OKEZONE STORY: Mary Baker, Seorang Tukang Sepatu yang Nekat Menyamar Menjadi Putri Demi Hidup Mewah

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Selasa 07 November 2017 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 06 18 1809068 okezone-story-mary-baker-seorang-tukang-sepatu-yang-nekat-menyamar-menjadi-putri-demi-hidup-mewah-fhNEwHSRi3.jpg Mary Baker menyamar menjadi Putri Caraboo demi hidup mewah. (Foto: The Vintage News)

PADA 1817, sebuah desa di Inggris kedatangan seorang tamu yang membuat para warga kebingungan. Tamu perempuan tersebut diketahui muncul secara tiba-tiba dan menyulut rasa ingin tahu penduduk tentang identitasnya. Pasalnya perempuan itu mengenakan pakaian aneh dan berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti.

Para penduduk kemudian meminta sebuah keluarga bangsawan dan otoritas berwenang untuk menyelidiki identitas wanita tersebut. Si perempuan misterius itu kemudian bersedia bercerita tentang asal-usulnya yang rumit. Ia mengaku sebagai seorang putri bernama Caraboo dan sampai di Inggris setelah melarikan diri dari sekelompok bajak laut yang menculiknya.

Perempuan yang mengaku sebagai seorang putri ini datang tepatnya pada 3 April 1817. Ia diperkirakan berusia sekira 20-an tahun dan ditemukan berkeliaran di dekat Desa Almodsbury di sekitar wilayah Bristol, Inggris. Saat ditemukan, ia mengenakan sorban di kepalanya dan mengenakan gaun hitam.

Seorang warga bernama Elizabeth Worrall kemudian merawatnya, memberi tempat berlindung dan makanan. Selama tinggal bersama, perempuan itu terus menunjuk dadanya sendiri sambil berkata "Caraboo". Ia yang semula dikira sebagai seorang gelandangan kemudian menjadi sangat populer.

Warga desa terus memperkenalkannya dengan orang-orang asing yang datang dan berharap ada salah satu dari mereka yang bisa mengerti bahasa Caraboo. Pada suatu hari seorang pelaut dari Portugal bernama Manuel Eynesso menyatakan, bahwa ia mengerti dengan bahasa yang disampaikan Caraboo dan menyampaikan kepada penduduk desa jika perempuan ini adalah seorang putri.

Berdasarkan penjelasan dari Eynesso, Caraboo memiliki ayah yang berpangkat tinggi dan berasal dari sebuah pulau di suatu tempat di tengah Samudra Hindia. Caraboo bercerita jika ia memiliki taman yang sangat indah di pulau tempat tinggalnya. Ia juga memiliki tempat mandi dan setiap hari rambutnya selalu dihias dengan aksesoris dari bulu burung merak.

Kehidupan sempurna dan bahagia miliknya berakhir ketika ia diculik oleh sekelompok bajak laut. Ia dibawa paksa ke sebuah kapal selama berminggu-minggu ketika masih berusia 7 tahun. Sampai akhirnya pada suatu saat, kapal tersebut berlabuh. Momen ini dimanfaatkan Caraboo untuk melarikan diri dengan berenang ke pantai.

Setelah berhari-hari berkeliaran, ia pun sampai di Desa Almondsbury. Semua penduduk desa percaya jika ia merupakan seorang putri dan memperlakukannya dengan baik. Para penduduk sangat bahagia dengan fakta jika mereka telah merawat orang penting dan mulai menyebarkan berita ini ke dunia luar.

Keluarga Worrals terus menjaga Caraboo dan memperlakukannya sebagai seorang keluarga kerajaan yang terhormat. Ia mandi di tempat yang disediakan khusus dan memilih memakan nasi ketimbang roti. Seorang pelukis juga datang menemuinya dan surat kabar lokal mulai menulis kisahnya. Tapi kisah dramatis seperti yang dialami Caraboo ini sukar terjadi di dunia nyata.

Dan tak lama kemudian, kebenaran pun akhirnya terungkap. Tidak hanya satu sumber yang berbicara tentang asal-usul Caraboo. Dalam pemberitaan di surat kabar lokal dijelaskan jika perempuan yang mengaku sebagai putri itu adalah seorang tukang sepatu dari Witheridge, di Devon. Nama asli perempuan yang memproklamirkan diri sebagai putri itu adalah Mary Baker. 

Mary Baker diketahui tidak menjalani kehidupan yang berat. Hal inilah yang kemungkinan besar menjadi motif tersembunyi, Baker untuk membangun karakter imajiner tersebut. Sebelum datang ke Bristol, ia pernah bekerja di beberapa tempat di Inggris sebagai seorang pelayan. Baker sempat menikah, tetapi suaminya kemudian meninggalkannya.

Penderitaan Baker semakin bertambah ketika anaknya meninggal dunia. Baker tiba di Almondsbury setelah sempat tinggal di Prancis sehingga ia bisa berbicara dengan bahasa anehnya. Di masa itu melakukan perjalanan ke luar negeri bukan hal yang mudah. Dan hal tersebut menjadi sebuah misteri bagaimana Baker bisa mendapatkan uang untuk pergi dari Prancis ke Inggris.

Berpura-pura tidak mengerti Bahasa Inggris adalah salah satu elemen terpenting dalam membangun tipuannya sebagai seorang putri. Perhatian yang ia terima dari penduduk lokal Almondsbury dan Bristol tentu akan membuatnya merasa nyaman. Cerita palsu ini tentu saja membuat Elizabeth Worrall marah besar. Sayangnya kebenaran ini terungkap setelah Baker pergi meninggalkan Inggris.

Ia diketahui melakukan perjalanan ke Amerika Serikat dengan bantuan keluarga Worrall. Untuk sementara, Baker dapat mempertahankan karakter Putri Caraboo di Philadelphia. Ia bahkan sempat bergabung dalam beberapa pertunjukan teater. Baker kemudian kembali ke Inggris pada 1824 dan akan mencoba menampilkan dirinya sebagai karakter palsu saat tinggal di London.

Tanpa beban, Baker kemudian pindah ke Bristol tempatnya pernah menipu dan menetap di sana. Menjelang akhir dekade, Baker melahirkan seorang anak perempuan dari seorang ayah yang tak diketahui. Ia juga menemukan sebuah pekerjaan ketika hidup mewah tak lagi memanjakannya. Baker diketahui menyuplai lintah ke Rumah Sakit Infeksi Bristol yang digunakan untuk kesehatan.

Ia menekuni pekerjaan itu hingga tua dan kemudian meninggal di usia 75 tahun. Mary Baker dikebumikan di Hebron Road Burial Ground di Bristol.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini