Kekerasan Perempuan dan Anak di Daerah Meningkat, Penanganannya Dinilai Harus Fokus

Agregasi Antara, · Senin 06 November 2017 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 06 340 1808993 kekerasan-perempuan-dan-anak-di-daerah-meningkat-penanganannya-dinilai-harus-fokus-0map6mrbKS.jpg Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak. (Foto: Okezone)

REJANG LEBONG – Koalisi Perempuan Indonesia Cabang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut harus fokus. Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Rejang Lebong Tety Sundari mengatakan, saat ini penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sana belum optimal.

"Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong belakangan ini harus menjadi perhatian semua pihak. Penanganan masalahnya harus fokus dan dilakukan oleh tim khusus," ucapnya, Minggu 5 November 2017.

Selama ini, papar Tety, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di 15 kecamatan di Rejang Lebong memang sudah berjalan, namun dilakukan secara sendiri-sendiri oleh organisasi atau dinas/instansi terkait. Selain tidak adanya kekompakan dalam menangani masalah tersebut, juga terdapat minimnya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan dan pencegahan.

Maka itu, dirinya menyarankan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sana dilakukan tim khusus dengan melibatkan berbagai pihak serta mendapat alokasi anggaran yang memadai sehingga bisa menggerakan program yang akan dilaksanakan.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Kabupaten Rejang Lebong Nunung Tri Mulyanti mengatakan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut hingga akhir September mencapai 139 kasus.

"Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini jauh lebih banyak dibandingkan selama 2016 yang hanya ada 134 kasus. Jumlah kasus ini akan terus bertambah sampai tutup 2017," tuturnya.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terbagi dalam beberapa jenis yakni fisik, psikis, seksual, perdagangan, penelantaran, dan eksploitasi. Dari jumlah itu, terbanyak adalah kekerasan fisik sebanyak 99 kasus.

Kemudian kekerasan psikis 3 kasus, kekerasan seksual dengan korban di bawah umur sebanyak 27 kasus. Seterusnya kekerasan seksual dengan korban dewasa ada 3 kasus dan penelantaran 7 kasus.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini