Lafran Pane Diberi Gelar Pahlawan, KAHMI di Daerah Apresiasi Langkah Jokowi

Fahmy Fotaleno, Okezone · Selasa 07 November 2017 05:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 06 340 1809221 lafran-pane-diberi-gelar-pahlawan-kahmi-di-daerah-apresiasi-langkah-jokowi-OL1GB6TI2q.jpg Lafran Pane (Foto: IST)

BAUBAU - Usulan agar pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lafran Pane dianugerahi gelar pahlawan nasional disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan rencananya akan diberikan pada 9 November 2017 mendatang.

Hal itu disampaikan Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD. "Alhamdulillah tadi Bapak Presiden menyampaikan pada 9 November gelar pahlawan akan diberikan kepada Bapak Lafran Pane," kata Mahfud setelah diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Dengan disetujuinya hal tersebut, KAHMI di beberapa daerah mengapresiasi langkah Jokowi. Seperti KAHMI Kota Denpasar yang menilai Lafran Pane memang sudah layak menjadi pahlawan nasional. Hal Ini karena organisasi yang didirakannya yakni HMI, merupakan salah satu kawah candradimuka intelektual bangsa.

Selain KAHMI Kota Denpasar, ada juga KAHMI Kota Baubau, Sulawesi Tenggara yang menyambut baik terkait penyematan gelar pahlawan nasional kepada pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Lafran Pane.

Ketua Majelis Daerah KAHMI Kota Baubau Ahmad Arfa mengatakan, sosok pendiri HMI tersebut merupakan salah seorang cendekiawan terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia.

“Sosok Lafran Pane ini merupakan salah seorang cendekiawan terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia pada zamannya," katanya, Selasa (12/6/2017).

Ia menambahkan,pemberian gelar pahlawan nasional kepada Lafran Pane itu sudah sangat tepat. Pasalnya, organisasi yang didirikannya yakni HMI merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan tertua dan terbesar di Indonesia.

"Yang mana HMI sudah menjadi wadah bagi generasi muda Islam dalam mempertahankan kemerdekaan serta berkontribusi untuk Ummat dan bangsa Indonesia hingga saat ini," pungkasnya.

Perlu diketahui, Lafran Pane yang lahir di Padang Sidempuan, 5 Februari 1922 dikenal sebagai salah satu pendiri HMI pada tanggal 5 Februari 1947. Perihal perannya dalam HMI, Kongres XI HMI tahun 1974 di Bogor menetapkan Lafran Pane sebagai pemrakarsanya berdirinya HMI dan disebut sebagai pendiri HMI.

Lafran mendirikan HMI sebagai aktualisasi dari pandangannya tentang Islam dan Indonesia. HMI dilahirkan sebagai suatu reaksi terhadap situasi saat itu, namun juga berakar pada aspirasi umat Islam yang dikandung selama berabad-abad lamanya.

Dengan mendirikan HMI, Islam mendapat peran yang lebih tinggi di antara mahasiswa, yakni bahwa Islam bukanlah sekumpulan kaum yang mempertahankan tradisi dan pengetahuan tradisional. Selain itu, dengan adanya HMI ide persatuan umat Islam yang mengikis fanatisme kelompok semakin meningkat.

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini