nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3.400 Kayu Olahan Ilegal Disita dari Tempat Pengolahan di Kalbar

Ade Putra, Jurnalis · Senin 06 November 2017 16:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 06 340 1809284 3-400-kayu-olahan-ilegal-disita-dari-tempat-pengolahan-di-kalbar-NmTNa4mqyH.jpg Ilustrasi

PONTIANAK - Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum LHK Kalimantan bersama Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar menggerebek sebuah tempat pengolahan kayu (sawmill) di Jalan Lintas Sintang, Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Rabu (1/11/2017).

"Dalam kasus ini, penyidik menyita 3.400 batang kayu olahan ilegal. Penyidik menetapkan AP sebagai tersangka," kata Kepala Seksi Wilayah III BPPHLHK Wilayah Kalimantan, David Muhammad ditemui di kantornya, Senin (6/11/2017) siang.

Saat ini, lanjut David, pria 44 tahun itu sudah ditahan di Rutan Kelas II Pontianak. Sedangkan barang bukti kayu sekitar 75 meter kubik dititipkan di Rupbasan Sanggau.

Ia menjelaskan, operasi tangkap tangan ini dimulai ketika Tim SPORC mendapat Iaporan masyarakat tentang adanya pengangkutan kayu dari Kabupaten Sintang yang akan dibawa ke sawmill di daerah Simpang Kayu Lapis, Sekadau, Rabu 1 November sekitar pukul 06.00 Wib.

Tim yang sedang melakukan patroli di Simpang Kayu Lapis menemukan truk pengangkut kayu sedang parkir di depan pengolahan kayu itu. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata truk tersebut bermuatan kayu jenis Belian berdokumen dari Kabupaten Sintang.

"Tim SPORC yang curiga terhadap sawmill kemudian meminta pemilik sawmill berinisial AP untuk membuka pintu sawmill. Setelah memasuki sawmill ternyata di dalamnya banyak terdapat kayu olahan," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan kayu olahan sebanyak 3.400 batang tanpa disertai dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) yang sah. Kayu itu jenis Bengkirai, Keladan dan Rimba Campuran.

"Kayu Belian yang diangkut truk itu adalah sitaan dari Polres Sintang yang sudah dilelang Kejaksaan Sintang. Kemudian kayu-kayu lainnya diduga juga hasil perambahan hutan. Jadi kayu-kayu ini semuanya ilegal karena tidak ada dokumen sahnya. Tim pun mencurigai sawmill ini menampung kayu-kayu ilegal," ujar David.

Pemilik sawmill AP kemudian dibawa ke Mako SPORC di Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan oleh PPNS Gakkum LHK. "Berdasarkan dua alat bukti yang cukup, maka AP ditetapkan sebagai tersangka. Lagi pula, sawmill itu tidak ada izin industri. Hanya izin desa setempat," tegasnya.

AP diduga melanggar Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 87 Ayat (1) huruf c UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini