Image

Polisi Prancis dan Swiss Gelar Operasi Antiteror, 10 Orang Ditangkap

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Selasa 07 November 2017 22:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 07 18 1810190 polisi-prancis-dan-swiss-gelar-operasi-antiteror-10-orang-ditangkap-oLIpDapSBh.jpg Ilustrasi. Polisi Prancis. (Foto: CNN)

PARIS - Kepolisian Prancis dan Swiss menggelar operasi anti-teror gabungan. Menyusul digelarnya operasi tersebut, sedikitnya 10 orang dari 2 negara ditahan. Dua di antaranya ditangkap karena diduga kuat memiliki hubungan dengan Kelompok militan ekstremis, Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS.

Dua orang yang ditangkap itu diketahui merupakan pria asal Swiss berusia 27 tahun dan seorang perempuan Kolombia berisa 23 tahun. Sebagaimana disitat dari CNN, Selasa (7/11/2017), polisi menyatakan, keduanya telah berada di bawah pengawasan dan pengamatan sebelum akhirnya ditangkap.

Baca Juga: Presiden Prancis Hadiri Upacara Peringatan Setahun Teror Paris

Operasi anti-teror ini merupakan bagian dari penerapan undang-undang keamanan Prancis yang baru. Pada pekan lalu, Otoritas Prancis diketahui, mencabut status keadaan darurat dan menggantinya dengan undang-undang baru yang kontroversial.

Undang-undang keamanan yang baru tersebut diketahui memberikan wewenang lebih besar terhadap polisi untuk menggeledah tempat-tempat yang dinilai menjadi sarang aktivitas terorisme. Salah satu tempat yang diizinkan untuk diperiksa dan digeledah adalah tempat ibadah warga Muslim yaitu masjid.

Hal tersebutlah yang kemudian memicu protes dari sejumlah pihak. Banyak pihak menuding bahwa kebijakan ini bisa saja digunakan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan kebencian terhadap kalangan tertentu.

Baca Juga: Diduga Serangan Teror, Enam Tentara Prancis Terluka Usai Ditabrak Mobil

Otoritas Prancis diketahui menerapkan status darurat keamanan dan melakukan penjagaan ketat di penjuru negeri sejak akhir 2015 lalu. Status darurat ini diterapkan usai terjadinya serangan teror pada November 2015 yang menewaskan 130 orang dan membuat Prancis dihantui teror.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini