Image

HISTORIPEDIA: Sergapan Membabi-buta Kapal Australia Tenggelamkan Armada Jerman saat Perang Dunia I

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 09 November 2017, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 08 18 1810553 historipedia-sergapan-membabi-buta-kapal-australia-tenggelamkan-armada-jerman-saat-perang-dunia-i-YaERL7KZmr.jpg Kapal perang Australia, Sydney di masa Perang Dunia I. (Foto: Royal Navy Australia)

PADA musim gugur pertama Perang Dunia (PD) I atau tepatnya pada hari ini, 9 November 1914, kapal perang milik Australia, Sydney, berhasil menenggelamkan kapal penjelajah Jerman, Emden, di Samudra Hindia. Ketika Perang Dunia I pecah pada musim panas 1914, Emden adalah bagian dari Skuadron Asiatic Timur Jerman, yang dipimpin oleh Maxmilian von Spee.

Kala itu, saat Spee memimpin pasukannya ke Amerika Selatan, Spee memberikan wewenang kepada Karl von Muller untuk membawa pasukan sendiri guna memberikan ancaman terhadap perdagangan Inggris. Spee memberi mandat kepada Muller untuk membawa Emden menyerang wilayah perdagangan Inggris yang tidak kuat, yakni di Samudera Hindia.

Pada 10 September, Emden mendatangkan malapetaka atas kepentingan komersial Sekutu di Samudra Hindia. Kapal penjelajah dari Negeri Panser itu menghancurkan Kota Madras dan Penang. Mereka juga menangkap lebih dari 20 kapal dagang yang tak bersenjata. Semakin ganas, kru Muller juga berhasil menenggelamkan kapal penjelajah Rusia dan kapal perusak asal Prancis.

Lalu pada 9 November, Emden berpapasan dengan Sydney. Saat itu Emden sedang menyerang sebuah stasiun komunikasi nirkabel Inggris di Kepulauan Cocos. Sergapan membabi-buta dari Sydney ke Emden membungkam ketangguhan kapal penjelajah Jerman tersebut.

Serangan itu menyebabkan sedikitnya 134 awak kapal Emden tewas. Sementara sang komandan, Muller, dan sisa kru lainnya yang selamat ditangkap oleh tentara Inggris. Surat kabar Inggris pada saat itu memberikan pujian kepada Muller atas loyalitasnya terhadap awak kapal yang ditangkap.

"Jika semua tentara Jerman bertempur sebaik kapten Emden, orang-orang Jerman sekarang tidak akan dicerca oleh dunia," tulis surat kabar The Times.

Meskipun kapal Emden telah menjadi bangkai, perjuangan awak kapalnya terus berlanjut. Masih dipimpin Muller, kelompok itu berlabuh di pulau terdekat. Mereka menyita sebuah kapal kecil dan berlayar ke Yaman. Pasukan ini menyeberangi Laut Merah dan menantang Arab Saudi dalam perjalanan ke Damaskus, , sampai akhirnya tiba di Konstantinopel, , pada Mei 1915.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini