OKEZONE STORY: Monumen Batu di Inggris Menjadi Bukti Cinta dan Kehilangan yang Mendalam dari Raja Edward I kepada Ratu Eleanor

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 08:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 08 18 1810705 okezone-story-monumen-batu-di-inggris-menjadi-bukti-cinta-dan-kehilangan-yang-mendalam-dari-raja-edward-i-kepada-ratu-eleanor-NOHzrmPC7u.jpg Salah satu monumen batu yang masih berdiri. (Foto: The Vintage News)

SEBUAH monumen yang dibangun dengan bebatuan dan terlihat mengesankan, bertahan di Inggris selama lebih dari tujuh abad. Di balik monumen tersebut, tersimpan sebuah kisah romantis yang melibatkan seorang raja yang tidak banyak masyarakat tahu akan sisi lembutnya. Monumen batu ini dibuat oleh Raja Edward I antara 1291 dan 1294 untuk mengenang mendiang sang istri, Ratu Eleanor. Raja Edward I memiliki beberapa julukan seperti ‘Edward Longshanks’ dan ‘Hammer of the Scots’

Awal kisah cinta keduanya berawal dari perjodohan yang dibuat oleh kedua orangtua mereka. Pada saat mereka dijodohkan, Ratu Eleanor masih berusia 10 tahun dan Raja Edward beberapa tahun lebih tua. Setelah mereka menikah, Eleanor tidak langsung tinggal bersama Edward karena Edward harus melanjutkan studinya. Mereka benar-benar hidup sebagai suami dan istri bertahun-tahun kemudian. Meski dijodohkan, kedua sejoli tersebut saling mencintai. Pasangan itu sangat saling setia.

Edward sering pergi, terlibat dalam banyak perang terkenalnya. Tapi hampir di mana-mana Raja Edward berada, Ratu Eleanor mengikutinya. Sepanjang perjalanan perang tersebut, Eleanor melahirkan 14 anak, enam di antaranya bertahan sampai dewasa, termasuk Edward II.

Pada 1290, Raja Edward pergi ke Skotlandia. Ratu Eleanor, yang pastinya ikut ke Skotlandia, tidak pergi bersama dan berencana akan menyusul. Namun, saat perjalanan menuju Lincoln, Ratu Eleanor jatuh sakit dan tidak bisa menyelesaikan perjalanan. Eleanor meninggal pada akhir November 1290, di sebuah desa kecil bernama Harby. Saat meninggal dunia, Ratu Eleanor berusia 49 tahun.

Raja Edward sangat terpukul saat mendengar kematian sang ratu dan dia segera berangkat untuk mengatur pemakamannya. Raja Edward lalu menulis tentang kematian istrinya tercinta.

"Hiduplah, aku sangat mencintainya dan aku tidak akan pernah berhenti mencintainya dalam kematian," tulis Edward, dilansir The Vintage News, Kamis (9/11/2017).

Jasad Ratu Eleanor dibawa ke Lincoln dan dibalsem. Jantungnya dibawa ke Biara Friar Hitam di London seperti yang dia inginkan, sementara organ lainnya ditinggal di Lincoln. Karena Ratu Eleanor adalah anggota kerajaan, tubuhnya harus dikubur di Westminster Abbey.

Perjalanan membawa jasad Ratu Eleanor dari Lincoln ke Westminster Abbey berlangsung selama 12 hari. Setiap tempat pemberhentian pada malam hari, dibangun sebuah salib untuk mengenang Eleanor. Raja Edward memberikan perintah kepada Richard Crundale, untuk memugar salib-salib tersebut setahun setelah kematian sang ratu. Salib tersebut dibangun dengan satu pemikiran: untuk orang-orang yang mengingat Ratu mereka dan mendorong orang-orang melewati salib tersebut mendoakan jiwanya. Salib yang dipugar itulah yang menjadi monumen batu.

Setiap monumen batu terdiri dari tiga bagian. Bagian terendah untuk menyimpan mantel senjata Inggris, Kastilia, Leon, dan Ponthieu. Bagian tengahnya adalah tempat patung batu Eleanor ditempatkan dan di atas bagian yang paling tinggi, sebuah salib ditempatkan. Ke-12 Monumen batu itu adalah karya seni asli dan contoh kesenian batu yang luar biasa.

Sayangnya, hanya tiga dari 12 monumen batu yang masih bertahan sampai sekarang. Yaitu yang berada di Hardingstone, Hertfordshire, dan Geddington, yang terakhir merupakan yang terbaik dari ketiganya. Sisanya hancur, sebagian besar selama Perang Saudara. Monumen batu di Hardingstone menandai titik terdekat di mana tubuh Eleanor beristirahat, yaitu di Biara Delapré. Monumen tersebut dibuat oleh dua seniman, John of Battle dan William of Ireland. Namun salib dari monumen bersegi delapan tersebut hilang pada abad ke-15.

Seiring berabad-abad berlalu, monumen-monumen batu yang didedikasikan untuk Ratu Eleanor perlahan-lahan jatuh dalam keruntuhan. Beberapa dari monumen tersebut hilang tanpa jejak, yang lain rusak karena kelalaian, dan hanya segelintir dipelihara dan dipulihkan. Namun, yang pasti masih tersisa adalah kesaksian cinta Raja Edward untuk Ratu Eleanor dan keinginan Raja untuk menunjukkan bahwa Ratu Eleanor tidak akan pernah dilupakan.

(pai)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini