Image

Miris! 6 Bulan Pasca Gempa, Ratusan Siswa di Poso Masih Belajar di Tenda

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 08 November 2017, 16:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 08 65 1810655 miris-6-bulan-pasca-gempa-ratusan-siswa-di-poso-masih-belajar-di-tenda-h6VbvLmndF.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

POSO - Ratusan siswa dari Sekolah Dasar dan SMP Satu Atap di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, hingga kini masih belajar di bawah tenda darurat pascagempa bumi yang menghajar wilayah itu enam bulan lalu.

Gempa yang mengguncang wilayah Napu dan sekitarnya itu memorak-morandakan gedung sekolah hingga tidak dapat digunakan sama sekali.

"Sekarang anak-anak hanya belajar di bawah tenda. Itupun sebagian sudah rusak karena puting beliung," kata Kepala Sekolah Satap Desa Sedoa, Alrimus Rangka, di Poso, Rabu (8/11/2017).

Dia mengatakan kondisi tempat dan proses belajar mengajar kini memprihatinkan karena dari 10 tenda yang digunakan sebelumnya, kini tersisa enam tenda. Sementara empat tenda lainnya rusak diterjang puting angin beliung pada 4 November 2017. Akibatnya proses belajar mengajar saat ini akhirnya dilangsungkan di ruangan tribun lapangan sepak bola di Desa Sedoa.

Alrimus berharap agar seluruh pihak terkait, termasuk pemerhati pendidikan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut. Kata Alrimus, meskipun demikian semangat murid dan guru tetap melakukan proses belajar mengajar.

Bahkan terkait peristiwa itu, pihak Kepolisian dan TNI turut membantu menyemangati anak sekolah.

"Saya juga telah berkoordinasi dengan Kadis Pendidikan. Kadis telah merespon baik untuk tindakan selanjutnya. Kami juga berharap kiranya agar pihak-pihak terkait dapat membantu kami," kata Alrimus.

Dia katakan, sejak peristiwa gempa bumi terjadi yang telah berlangsung selama enam bulan, proses belajar mengajar dilaksanakan di dalam tenda bantuan Dinas Sosial. Dalam tenda bantuan itu murid serta guru tidak dapat berkonsentrasi belajar mengajar terutama ketika hujan turun.

"Kalau hujan turun, pasti lumpur akan mengalir masuk di dalam tenda, namun kami tetap melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik," katanya.

Dia mengatakan 10 tenda yang digunakan belajar mengajar di sekolah Satap itu, masing-masing tiga tenda digunakan untuk siswa SMP, enam tenda untuk murid SD dan satu tenda untuk kantor guru.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini