Image

Mobil Listrik Belum Jadi Pilihan Warga di Inggris, Benarkah?

Zahra Muhamad Afra, Jurnalis · Kamis 09 November 2017, 16:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 09 15 1811332 mobil-listrik-belum-jadi-pilihan-warga-di-inggris-benarkah-wkLY3ae1vN.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Di zaman modern seperti saat ini, produsen mulai berlomba untuk mengembangkan inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Belakangan, perusahaan otomotif mulai memanfaatkan listrik sebagai pengganti bahan bakar minyak untuk energi tergantikan.

Meski gencar digalakkan penggunaan mobil listrik oleh Pemerintah Inggris dengan subsidi, namun warga masih enggan beralih menggunakan mobil listrik, benarkah demikian? Masyarakat Inggris menilai, mobil listrik masih mahal ketimbang mobil berbahan bakar minyak.

Dalam survei yang dilakukan MoneySupermarket, mobil listrik rata-rata lebih murah untuk dibeli ketimbang mobil diesel.

Sementara itu, membeli mobil dengan bahan bakar bensin lebih murah 5.000 poundsterling atau sekira Rp85 jutaan ketimbang mobil listrik serta lebih murah 9.000 poundsterling (Rp153 jutaan) dibanding membeli mobil diesel.

Meksipun demikian, mobil listrik paling murah untuk berlari dengan biaya 25 persen lebih murah dibanding mobil berbahan bakar bensin dan 33 persen lebih murah ketimbang diesel.

Selama periode enam tahun, mobil diesel keluar dengan harga rata-rata 36.849 poundsterling (Rp626 jutaan), ketimbang 31.442 poundsterling (Rp534 jutaan) untuk mobil listrik, dan mobil berbahan bakar bensin sebesar 26.766 poundsterling (Rp455 jutaan).

Atas dasar tersebut, sebanyak 1.000 pemilik mobil di Inggris yang disurvei menyimpulkan ada tiga alasan utama, mereka tidak ingin beralih kendaraan ke listrik.

Pertama terkait dengan tipe bahan bakar (46 persen), lebih merepotkan (40 persen), dan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana mereka bekerja (29 persen).

Selain itu, riset juga mengungkap bahwa 51 persen pengemudi akan beralih jika mobil lebih murah untuk dibeli, 48 persen akan mempertimbangkannya jika lebih banyak titik pengisian energi, dan 37 persen jika mobil tersebut memiliki kinerja yang sama seperti mobil berbahan bakar bensin atau solar. Demikian dikutip Express.com, Kamis (9/11/2017).

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini