nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemlu RI Buka-Bukaan, Ini Berbagai Kejanggalan Keterangan Saksi Jaksa dalam Pengadilan Siti Aisyah

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 November 2017 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 09 18 1811479 kemlu-ri-buka-bukaan-ini-berbagai-kejanggalan-keterangan-saksi-jaksa-dalam-pengadilan-siti-aisyah-YphHISeWAH.jpg Siti Aisyah saat digiring oleh kepolisian Malaysia. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI buka-bukaan soal persidangan Siti Aisyah yang digelar beberapa hari lalu di Malaysia. Pejabat Perlindungan Warga Negara Indonesia Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) menilai ada keganjilan dalam beberapa keterangan saksi utama dari pihak jaksa penuntut.

Pada lanjutan persidangan kasus pembunuhan kakak tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Jong-nam yang digelar di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, jaksa penuntut kembali menghadirkan Penyidik Senior dari Kepolisian Distrik Sepang, ASP Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz. Dalam persidangan itu, Wan Azirul menghadirkan beberapa keterangan baru termasuk nama empat tersangka, selain dua tersangka utama Siti Aisyah dan Doan Thi Huong.

Namun, Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng menilai ada beberapa keterangan Wan Azirul yang dianggap aneh dan perlu diverifikasi kembali.

Direktur PWNI/BHI Kemententerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, keterangan yang perlu diverifikasi tersebut di antaranya pernyataan dari saksi pihak jaksa yang menyebutkan ada empat warga negara Korut yang menjadi saksi kunci dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Namun, tidak ada satu pun dari empat saksi kunci tersebut yang dihadirkan di persidangan.

Ada perbedaan keterangan dari otoritas Malaysia yang menyebutkan bahwa tiga dari empat orang tersebut telah dimintai keterangan dan disita komputer jinjingnya. Namun, keterangan berbeda menyebutkan bahwa hanya dua dari mereka yang sudah dimintai keterangan dan tidak ada komputer jinjing yang diambil.

“Di awal sekali keberadaan empat warga Korut itu dipertanyakan oleh pembela, karena selain dua tersangka, empat orang ini memiliki peran penting, tetapi tidak dihadirkan,” jelas Iqbal saat ditemui di kantornya, Kamis (9/11/2017).

Keterangan lain yang juga menjadi sorotan adalah bagaimana saksi tidak konsisten dalam membaca rekaman CCTV dengan lebih banyak menggunakan opini dibandingkan fakta. Hal ini terlihat dari keterangan Wan Azirul mengenai sosok yang terlihat di dalam rekaman kamera pengawas bandara.

“Misalkan si A memakai baju kuning dan membawa tas putih ternyata ketika di rekaman CCTV yang lain dengan penampilan yang berubah dianggap orang yang sama.”

 "Hal lain mengenai keabsahan paspor korban. Pada persidangan paspor korban yang diajukan hanya berupa fotokopi tanpa legalisasi. Padahal bukti resmi biasanya berupa dokumen hukum harus ada legalisasi jika berupa fotokopi guna memastikan bukti itu diperoleh secara legal,” tambahnya.

Dengan banyak pertanyaan seputar keabsahan dan konsistensi bukti-bukti tersebut, sidang kasus Siti Aisyah akan kembali dilanjutkan pekan depan. Agenda sidang berikutnya masih akan memeriksa saksi-saksi yang diajukan dari pihak jaksa penuntut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini