Image

HISTORIPEDIA: Serba 11, Perang Dunia I Berakhir di Atas Gerbong Kereta

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 11 November 2017, 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 10 18 1812137 historipedia-serba-11-perang-dunia-i-berakhir-di-atas-gerbong-kereta-WtW0fNT4Ac.jpeg Tentara Prancis bersiap menyergap tentara Jerman di Marne (Foto: History)

PERISTIWA yang mungkin paling penting sepanjang sejarah manusia modern, terjadi tepat 99 tahun lalu. Jerman menyerah pada Sekutu lewat perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di dalam gerbong kereta di Compiegne, Prancis, pada 11 November 1918.

Sebagaimana diketahui, pecahnya Perang Dunia I diawali oleh pembunuhan terhadap Pangeran Franz Ferdinand oleh Gavrilo Princip di Sarajevo, Bosnia, pada 28 Juni 1914. Kerajaan Austria-Hungaria lantas menyalahkan pemerintah Serbia atas pembunuhan tersebut.

Konflik merembet ke Jerman dan Uni Soviet yang sama-sama memiliki kaki tangan. Kanselir Jerman, Wilhelm II, memastikan akan mendukung Austria-Hungaria jika Rusia ikut campur. Sementara itu, Rusia mendukung penuh Serbia.

Pada 28 Juli 2914, Austria-Hungaria mendeklarasikan perang kepada Serbia. Perdamaian yang tercipta di Benua Eropa runtuh sektika. Sehari kemudian, pasukan Austria-Hungaria menembaki Belgrade dan Rusia memerintahkan mobilisasi militer untuk menangkalnya.

Prancis, yang menjalin aliansi dengan Rusia, mulai ikut mengerahkan pasukan pada 1 Agustus 1914. Jerman dan Prancis lantas saling mendeklarasikan perang pada 3 Agustus 1914. Setelah berhasil melewati wilayah netral Luksemburg, pasukan Jerman menginvasi Belgia pada 3-4 Agustus 1914.

Langkah Jerman itu menyeret satu negara lagi ke perang. Inggris, sebagai sekutu Belgia, tidak terima atas tindakan Jerman. Negeri Tiga Singa lantas mendeklarasikan perang terhadap Negeri Panser.

Melansir dari History, Sabtu (11/11/2017), sebagian besar wilayah Eropa menyambut perang tersebut dengan tangan terbuka. Kaum nasionalis yakin negaranya akan menang dalam hitungan bulan. Akan tetapi, Jerman ternyata sudah beberapa langkah lebih maju dan sejumlah pimpinan militer sudah merancang strategi canggih bernama ‘Schlieffen Plan’.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini