Image

Menyangkut Pelaporan Terhadap Megawati, Sekjen PDIP Cium Adanya Motif Politik Jelang Pilkada

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Sabtu 11 November 2017, 06:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 10 337 1812050 menyangkut-pelaporan-terhadap-megawati-sekjen-pdip-cium-adanya-motif-politik-jelang-pilkada-pzth9HDNbj.jpg Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang, Wakil Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP, Ahmad Basarah, mengimbau kepada seluruh kader PDIP se-Jawa Timur dan Tim Pendukung Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifulloh Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas agar tak terprovokasi isu SARA.

Hal itu disampaikan Basarah menyusul laporan terhadap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang dituduh menyuarakan permusuhan, kebencian dan penghinaan terhadap golongan tertentu dalam pidatonya pada HUT PDI Perjuangan, 10 Januari 2017 lalu.

"Laporan ke Polda Jawa Timur pada tanggal 8 November 2017 sebagai sesuatu tindakan hukum yang patut dicurigai sebagai upaya untuk memulai mengobarkan isu SARA dalam pilkada Jawa Timur," kata Basarah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/11/2017).

Dikatakan Basarah, dalam sistem hukum Indonesia, setiap warga negara dan masyarakat dapat melaporkan siapapun, namun menurutnya, tidak semua laporan itu layak untuk ditindaklanjuti. Terlebih jika tidak ada unsur pidana di dalam substansi pelaporan.

"Apalagi jika laporan polisi tersebut didasari motif menimbulkan masalah SARA, yang dapat menciptakan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat," jelas dia.

Basarah juga mempertanyakan alasan pelaporan terhadap Megawati. Menurut Basarah, ada anomali di situ, sebab, pidato Megawati telah terjadi sejak 11 bulan lalu.

"Tetapi mengapa baru dilaporkan tanggal 8 November 2017 ketika tahapan pilkada Jatim baru dimulai digelar," ungkap dia.

Meski begitu, Basarah mengatakan, pihaknya yakin Polda Jawa Timur akan bersikap profesional dalam penanganan kasus ini. Polda Jawa Timur, dikatakan Basarah wajib berhati-hati agar laporan tersebut tidak berkembang menjadi masalah sosial di Jawa Timur.

"Mari sama-sama kita cipatakan Pilkada Jatim yang aman, tertib dan damai dengan tetap menjaga persaudaraan kebangsaan kita bersama," pungkas dia.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini