Image

Keren! Mahasiswa Surabaya Ciptakan Blash On dan Eye Shadow dari Buah Jamblang

Agregasi Antara, Jurnalis · Sabtu 11 November 2017, 09:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 10 65 1811740 keren-mahasiswa-surabaya-ciptakan-blash-on-dan-eye-shadow-dari-buah-jamblang-sNgDGu5hx9.jpg Foto: Shutterstock

SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Apoteker Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Dwi Augusnita Sari, Fransisca Yunita Dwiwulandari dan Yulia Rinia Letelay menciptakan kosmetik yakni lipstik, blash on dan eye shadow dengan bahan dasar buah jamblang.

Dwi Augusnita Sari pembuat lipstik dari buah jamblang saat ditemui di Kampus UKWMS, mengatakan jika dibanding buah lainnya, buah jamblang atau biasa dikenal mempunyai potensi yang lebih untuk dijadikan bahan kosmetik.

"Kandungan antosianin sebesar 892 miligram dan 100 gram membuat jamblang bisa dikembangkan menjadi sediaan kosmetik tata rias," kata dia, baru-baru ini.

Perempuan yang akrab disapa Nita ini mengatakan, selain itu, penggunaan buah ini juga bertujuan untuk memperkenalkan buah itu ke masyarakat dan membantu meningkatkan perekonomian pedagang buah lokal.

Nita menjelaskan, untuk tahapan pembuatan kosmetik terutama lisptik ini melewati dua tahapan, yaitu tahapan pembuatan ekstrak dan pembuatan sediaan kosmetik.

Pertama-tama bagian kulit dan daging buah dipisahkan dari bijinya. Selanjutnya dilender tanpa menambahkan pelarut dari luar karena buah jamblang merupakan buah dengan kandungan airnya cukup banyak. Hasil itu selanjutnya diperas dan disaring, kemudian diuapkan menggunakan thermostatic waterbath 40-60 derajat celcius.

"Penjagaan suhu ini dikarenakan sifat dari zat aktif antosianin tidak tahan terhadap panas. Apabila suhu terlalu tinggi, antosianin dapat mengalami perubahan warna. Penguapan ini dilakukan hingga menjadi ekstrak kental," kata dia.

Setelah ekstrak selesai dibuat, proses selanjutnya ialah pembuatan sediaan lipstik. Semua bahan yang dibutuhkan ditimbang, hidroksi propil metil selulosa (HPM) yang merupakan salah satu polimer sintetis dikembangkan dalam mortir hingga terbentuk gel.

Sedangkan polivinil alkohol (PVA) ditambahkan air dan dipanaskan di atas waterbath hingga membentuk suatu larutan jernih. Selanjutnya campuran tersebut ditambah dengan gliserin yang mengandung campuran pengawet metil paraben dan propil paraben. Ekstrak diencerkan dengan sisa aquadest dicampurkan ke dalam campuran di atas hingga homogen (tercampur merata).

Sementara Fransisca Yunita Dwiwulandari pembuat eye shadow menyatakan, dibandingkan produk kosmetik lainnya, kosmetik berbahan jamblang ini menggunakan bahan alam yang mempunyai nilai tambah yaitu berdaya antioksidan yang cukup bagus.

Dirinya mengaku mengalami kesulitan saat pencampuran bahan. Hal itu dikarenakan tekanan rendah dan tidak boleh terlalu kaut agar menyatu. "Kami sudah melakukan uji coba ke 10 orang. Hasilnya tidak menimbulkan iritasi. Namun untuk dapat dipasarkan perlu uji toksisitas," ujarnya.

Fransisca pun berharap, kosmetik yang diciptakannya bersama kedua temannya dapat dikembangkan untuk selanjutnya mendapatkan hak paten serta dipasarkan di masyarakat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini