nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliansi Jurnalis di Papua, Tuntut Proses Hukum Oknum Polisi yang Melakukan Pemukulan Wartawan

Edy Siswanto, Jurnalis · Minggu 12 November 2017 09:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 12 340 1812646 aliansi-jurnalis-di-papua-tuntut-proses-hukum-oknum-polisi-yang-melakukan-pemukulan-wartawan-AYmN1nNhdi.jpg Saldi wartawan Okezone dipukuli oknum polisi (foto: Okezone)

TIMIKA - Saldi Hermanto, wartawan okezone com Sabtu malam (11/11) sekitar pukul 22.50 WIT dikeroyok sekelompok aparat kepolisian Polres Mimika.

Pemicunya diduga akibat status yang bersangkutan atas penanganan keributan di pasar malam Lapangan Indah Timika oleh pihak kepolisian, yang dinilainya kurang tepat.

Saldi yang sedang berada di depan Satlantas Polres Mimika langsung diciduk oknum polisi dan dibawa ke Pos Terpadu di Jalan Budi Utomo.

Akibat pengeroyokan itu, Saldy mengalami beberapa luka lebam akibat dipukuli oleh oknum Polisi yang dikatakan jumlahnya sekitar 8 orang itu. Tak hanya bagian wajah, Saldi juga mengeluhkan sakit dirusuk kanan.

"Saya dikeroyok sekitar enam sampai delapan orang di Pos Terpadu. Sampai di Polres, saya kembali dipukuli oleh anggota Brimob di pos penjagaan," cerita Saldi kepada wartawan di SPKT Polres Mimika.

Roberth Vanwi, ketua Indonesian Jurnalist Network (IJN) Papua, sangat menyayangkan tindakan arogan para oknum anggota Kepolisian tersebut.

"Katanya kami mitra, tapi kenapa masih ada juga tindakan arogansi kepada pekerja media,"kata Vanwi.

Terlebih, para oknum ini ada yang mengenal sosok Saldi Hermanto, namun ternyata kenal saja tidak cukup untuk bisa menyelesaiakn permasalahn dengan hati

"Nggak punya hati mereka, korban hampir saban hari menyambangi Mapolres untuk mencari berita, membantu membuat citra kepolisian semakin baik, namun malah sikap mereka seperti ini,"keluhnya.

Dirinyapun meminta Kapolres menindak tegas anggotanya yang melakukan penganiayaan.

"Kan Kasat Reskrim Polres Mimika berjanji akan menindak tegas para pelaku, jadi kami tuntut itu, harus proses hukum,"tegasnya.

Senada dengan ketua IJN, ketua Aliansi Jurnalist Independen (AJI) Papua Everth Joumilena meminta Kapolda menindak tegas oknum Polisi tersebut.

"Kalau memang Polisi dirugikan dengan status itu, harus mengklarifikasi lebih dulu kepada yang bersangkutan, kenapa haris main pukul dan kroyok," kata Everth yang juga belum mengetahui status Saldi Hermanto.

Harus, lanjut Everth, ada penyelesaian dari kedua pihak dengan baik, termasuk alasan terkait status FB yang membuat para oknum Polisi tersebut arogan.

"Kami sangat sesalkan kepada oknum polisi. Karena Saldi adalah wartawan senior di Timika, dia adalah wartawan yang banyak membantu polisi dalam pemberitaan, Polisi tau kalau dia wartawan, jangan main pukul begitu,"ungkapnya geram.

"Harus diproses lanjut, kami sangat kecewa sekali, apakah pendidikannya yang salah, atau memang orangnya yang tidak jelas. Mereka punya etika, tapi tindakannya tidak mencerminkan sebagai Pelindung, pengayom dan Pelayan masyarakat,"tukasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini