nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hendak Menyeberang ke Filipina, Satu Simpatisan ISIS Dicokok Polisi di Manado

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 13 November 2017 18:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 13 340 1813314 hendak-menyeberang-ke-filipina-satu-simpatisan-isis-dicokok-polisi-di-manado-dDvDZqcEZo.jpg Kapolda Sulut, Bambang Waskito (Foto: Subhan Sabu/Okezone)

MANADO - Dicki Meinaki (DM) seorang pria simpatisan ISIS diamankan oleh anggota TNI AL saat hendak menyeberang ke Sangihe dari pelabuhan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 11 November 2017 sekira pukul 09.45 Wita.

Penangkapan DM sendiri berdasarkan informasi dari tentara Filipina kepada Badan Intelejen Strategi pada Jumat tanggal 10 November 2017 sekira pukul 13.00 Wita bahwa ada pengikut ISIS atas nama Abu Mushab @Dicki Meinaki yang akan menuju Filipina melalui pelabuhan Manado.

Pukul 16.50. Wita, anggota Tim Deninteldam XIII/Merdeka, bergerak menuju ke pelabuhan Manado dan berkoordinasi dengan Tim Intel Lantamal VIII, Tim Intelrem 131/Santiago dan KPLP pelabuhan Manado.

Tim gabungan tersebut melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang yang akan berangkat menuju Tahuna di Kapal Holy Marry rute Manado-Talaud, Kapal Venecian rute Manado-Tahuna dan Kapal Mercy Teratai rute Manado-Tahuna namun pencarian tidak membuahkan hasil.

(Baca Juga: Waspada! Ratusan Simpatisan ISIS Tersebar di Indonesia)

Pencarian dilakukan keesokan harinya Sabtu tanggal 11 November 2017, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal cepat Express Bahari 2 rute Manado-Tahuna yang diduga dinaiki oleh DM. Petugas melakukan Pencarian dengan mencocokkan daftar manifest penumpang dan ditemukanlah nama penumpang atas nama Dicki Meinaki.

DM langsung dibawa ke Lantamal VIII untuk diinterogasi. Dari hasil Interogasi diperoleh informasi bahwa DM berangkat dari Surabaya menuju Bitung bersama Rekannya Hanif, keduanya berencana akan bersama-sama menuju Tahuna dan selanjutnya ke Filipina.

Tim gabungan yang berada di Tahuna melaksanakan pencarian terhadap Hanif yang diduga ikut menumpang Kapal Cepat Express Bahari 2, namun Setelah KM tersebut berlabuh di pelabuhan Tahuna, yang bersangkutan tidak ditemukan.

Kapolda Sulut, Irjen Pol Drs. Bambang Waskito saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Informasi tentang adanya simpatisan ISIS ini berasal dari Filipina, yang kemudian diteruskan ke TNI yang ada di Jakarta dan Sulut. Melalui koordinasi tersebut akhirnya jajaran TNI berhasil menangkap DM dan saat ini menurutnya, DM sudah diserahkan ke Densus Mabes Polri untuk diselidiki lebih lanjut.

"DM ini simpatisan, dia hanya kenal seseorang di Filipina sana, mau diajak jihad di sana, hanya lewat internet saja, ia tertangkap di Manado waktu mau nyebrang naik kapal ke Sangihe,” jelas Kapolda Sulut, Senin (13/11/2017).

Hingga saat ini Polda Sulut lanjut Waskito masih terus melakukan Operasi Aman Nusa di daerah perbatasan Sulawesi Utara dan Filipina.

"Personil Polri juga sudah kami tambah, guna mengantisipasi masuknya kelompok teroris pasca kejadian di Marawi Filipina beberapa waktu lalu," pungkas Waskito

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini