Image

Keren! Teliti Program Rehabilitasi Jantung, Mahasiswa UI Raih Penghargaan di Singapura

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 13 65 1813280 keren-teliti-program-rehabilitasi-jantung-mahasiswa-ui-raih-penghargaan-di-singapura-f8kjz4mBYu.jpg Foto: Dok UI

JAKARTA - dr. Erick Hoetama, mahasiswa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI berhasil meraih penghargaan “Poster Presentation Merit Award” pada ajang The 2nd Singapore Prevention & Cardiac Rehabilitation Symposium (SPCRS) 2017 di Novotel Clarke Quay, Singapura, baru-baru ini.

Penghargaan tersebut diraih berkat abstrak penelitiannya berjudul “6 Min Walking Test after Cardiac Surgery: Predictor and Results of Rehabilitation Programme, National Cardiovascular Center Harapan Kita Experience” yang berhasil menembus 20 besar abstrak terbaik kategori Exercise Prescription sehingga berhak dipresentasikan pada puncak acara dan meraih predikat “Poster Presentation Merit Award”.

Penelitian dr. Erick mengupas tentang efek rehabilitasi jantung pada pasien dewasa pasca menjalani operasi bedah jantung yang dinilai berdasarkan uji jalan selama enam menit (six minute walking test). Setelah menjalani fase rehabilitasi selama 2-4 minggu, ditemukan peningkatan nilai uji jalan enam menit yang signifikan sehingga dinilai memberikan efek sangat memuaskan.

dr. Erick mengungkapkan rasa senang dan terima kasih kepada para pembimbingnya di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI-Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sehingga mampu menjuarai ajang dua tahun sekali yang diselenggarakan oleh Singapore Heart Foundation bekerja sama dengan National University Heart Centre Singapore dan National Heart Center Singapore.

“Berbagai masukan dan revisi yang mereka berikan kepada saya semakin meningkatkan semangat saya untuk meraih hasil yang terbaik,” ungkap dr. Erick, seperti yang dilansir dari laman UI, Selasa (14/11/2017).

Ia berharap, penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa program rehabilitasi jantung itu penting. Program tersebut tidak hanya memberikan latihan-latihan fisik, tetapi juga edukasi tentang pentingnya pengendalian faktor risiko, dan memberikan dukungan psikososial sehingga pasien dapat menjalani aktivitasnya seperti dahulu tanpa rasa khawatir,” tutup dr. Erick.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini