Image

HISTORIPEDIA: Beri Bantuan Bermotif Tangkal Komunisme, AS Justru Kecele oleh Yugoslavia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 06:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813558 historipedia-beri-bantuan-bermotif-tangkal-komunisme-as-justru-kecele-oleh-yugoslavia-R1cbokDmGj.jpg Josip Broz Tito berhasil mengelabui AS dengan manuver-manuver politiknya pada masa Perang Dingin (Foto: AFP)

ADA adagium bahwa dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi, sebab yang abadi hanya kepentingan. Tak heran, terkadang manuver-manuver politik bisa berubah arah dengan tajam atas nama kepentingan.

Amerika Serikat (AS) pernah melakukan hal tersebut pada 14 November 1951. Secara mengejutkan, Presiden Harry Truman meminta Kongres agar menyetujui paket bantuan militer dan ekonomi untuk negara Yugoslavia yang berpaham komunis.

Sebagaimana diketahui, pada masa tersebut Perang Dingin antara AS dengan Uni Soviet melebar menjadi perebutan wilayah kekuasaan untuk menanamkan paham masing-masing. Washington dengan paham kapitalisme dan Moskow berupaya menancapkan komunisme.

Truman menilai Yugoslavia dapat memainkan peran kunci dalam Perang Dingin. Pengiriman bantuan itu dimaksudkan untuk semakin memperlebar jarak antara Yugoslavia dengan Uni Soviet. Negara yang saat ini bernama Serbia itu mengakhiri Perang Dunia II dengan naiknya Josip Broz Tito sebagai pemimpin.

AS diketahui mendukung Tito ketika pasukannya berjuang menghadapi penjajahan Nazi. Setelah periode pascaperang di mana Perang Dingin sedang memuncak, kebijakan AS di Yugoslavia semakin tajam. Tito yang menganut komunis dianggap sebagai alat Soviet untuk ekspansi ke timur dan selatan Eropa.

Akan tetapi, Josip Broz Tito dan Joseph Stalin (Pemimpin Uni Soviet) berselisih paham pada 1948. Meski demikian, Tito tetap memegang teguh ideologi komunis. Ia lantas mendeklarasikan bahwa Yugoslavia akan menentukan serta menetapkan segala arah kebijakan domestik dan luar negeri tanpa campur tangan Uni Soviet.

Melansir dari History, Selasa (14/11/2017), pejabat-pejabat AS memandang keretakan hubungan itu sebagai kesempatan propaganda. Meski Tito seorang penganut komunis, ia setidaknya bebas dari pengaruh Uni Soviet dan bisa saja menjadi sekutu kuat di Eropa.

Salah satu manuver yang dilakukan AS adalah mendukung upaya Yugoslavia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 1949. Dua tahun kemudian, permintaan Truman untuk mengirimkan bantuan dikabulkan oleh Kongres.

Bagaimana pun juga, Yugoslavia nyatanya malah menjadi wild card bagi pihak yang berseteru di Perang Dingin. Ia mendukung upaya Soviet menginvasi Hungaria pada 1956, tetapi juga mengkritik intervensi USSR di Cekoslovakia (sekaran Republik Ceko dan Slovakia) pada 1968.

Sementara AS mengagumi Josip Broz Tito karena kebebasannya, ia beberapa kali nampak terlalu liar. Pada rentang 1950-1960, Tito malah mendukung penuh gerakan Non-Blok di antara negara-negara dunia ketiga, bersama Presiden Indonesia Soekarno. Dukungan itu memprihatinkan bagi AS yang sedang memaksa negara-negara dunia ketiga untuk memilih Blok Barat (Kapitalisme) atau Blok Timur (Komunisme).

Hubungan AS dengan Yugoslavia sempat menghangat kembali ketika Tito mengkritik intervensi Soviet di Ceko. Akan tetapi, hubungan kembali dingin ketika Josip Broz Tito justru mendukung Uni Soviet dalam konflik Arab-Israel pada 1973. AS nampak kecele oleh manuver politiknya sendiri. Senjata makan tuan. 

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini