Image

Pekan Ini, Selandia Baru Kembali Bahas Masalah Pengungsi di Manus dengan PM Australia

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813662 pekan-ini-selandia-baru-kembali-bahas-masalah-pengungsi-di-manus-dengan-pm-australia-eY1bsQPdBk.jpg Para pengungsi dan pencari suaka di kamp Pulau Manus. (Foto: Reuters)

WELLINGTON – Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan, akan menekan PM Australia, Malcolm Turnbull, agar mau menerima tawarannya untuk menyelesaikan krisis pengungsi di Pulau Manus. Ia akan menyampaikan hal tersebut saat bertemu Turnbull pekan ini di Manila, Filipina.

"Kami mengajukan penawaran itu karena melihat kebutuhan yang besar. Tidak peduli apa label yang Anda pakai di atasnya, ada kebutuhan mutlak dan ada hal yang membahayakan yang harus segera diakhiri," ujar PM Jacinda Ardern saat menghadiri acara puncak KTT APEC di Vietnam, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Selasa (14/11/2017).

PM Ardern telah menawarkan kepada Turnbull untuk membawa 150 dari 600 pengungsi yang ada di Pulau Manus, Papua Nugini. Sejak pemerintah Australia memutuskan untuk menutup kamp tersebut, orang-orang yang berada di sana harus hidup menderita tanpa air, fasilitas sanitasi, atau perawatan medis.

BACA JUGA: Ya Ampun... Australia Tolak Tawaran Selandia Baru untuk Menampung Pencari Suaka, Kenapa Ya?

Namun, tawaran yang diajukan oleh Selandia Baru itu ditolak oleh PM Turnbull pada pekan lalu. Hal ini membuat keadaan para pengungsi semakin memburuk. Berdasarkan laporan Amnesty International, 90 pengungsi di kamp tersebut kini dalam kondisi sakit.

"Saya melihat wajah mereka serta melihat kebutuhan dan peran yang perlu diambil oleh Selandia Baru. Saya pikir jelas bahwa apa yang terjadi di sana tidak dapat diterima, itulah sebabnya saya mengajukan tawaran tersebut," tutur Ardern.

BACA JUGA: Bantu Australia, PM Selandia Baru Kembali Tawarkan Diri untuk Tampung Pengungsi

Hingga kemarin, kedua pemimpin tersebut belum mengadakan pembicaraan resmi mengenai masalah ini.

Tindakan yang diambil oleh PM Ardern ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para warga Selandia Baru. Salah satu pihak Dewan Pengungsi di Selandia Baru, Arif Saeid, mengatakan bahwa Ardern memiliki kebebasan untuk melakukan hal lebih lanjut guna mengakhiri krisis kemanusiaan di Pulau Manus.

"Jika Australia tidak menerima tawaran tersebut, maka Selandia Baru dapat dan harus langsung pergi ke Papua Nugini. Sebab, keadaan semakin memburuk di Pulau Manus. Sebelum terjadi sesuatu yang mengerikan, Selandia Baru harus turun tangan," kata Saeid.

BACA JUGA: UNHCR Desak Australia Selesaikan Darurat Kemanusiaan di Kamp Pulau Manus

Senada dengan Saeid, Ketua Pencari Suaka di Auckland, Michele Cox, juga mendukung tindakan Selandia Baru. Jika Australia tidak menerima tawaran tersebut dalam beberapa hari ke depan, pemerintah Selandia Baru harus melakukan tindakan sendiri.

"Selandia Baru adalah negara kaya, kita dapat menemukan dukungan itu jika kita benar-benar membutuhkannya dan ini adalah masalah kemanusiaan, jadi Selandia Baru harus menunjukkan tindakannya,” tukasnya. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini