Image

Sangar! Serangan Udara AS Habisi 40 Militan di Somalia

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 11:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813675 sangar-serangan-udara-as-habisi-40-militan-di-somalia-IR2AnQycGi.jpg Ilustrasi serangan udara. (Foto: Ist/Sindonews)

WASHINGTON - Pasukan Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara di Somalia pada akhir pekan ini. Satu serangan ditujukan kepada militan ISIS dan empat serangan lain dilancarkan terhadap kelompok al-Shabaab.

Dilansir dari CBS News, Selasa (14/11/2017), serangan tersebut menewaskan setidaknya 40 orang, dengan rincian 36 militan al-Shabaab dan empat anggota ISIS.

Kehadiran ISIS di Somalia bisa menjadi ancaman signifikan. Para ahli mengatakan kehadiran mereka bisa menarik anggota yang melarikan diri dari kubu-kubu ISIS yang runtuh di Suriah dan Irak. Hal ini tampaknya mempengaruhi ekstrimis lokal, al-Shabaab, untuk mengadopsi taktik seperti pemenggalan kepala.

Militer AS bulan ini melakukan serangan drone pertama terhadap ekstremis ISIS di Somalia, menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan kelompok yang baru muncul dua tahun lalu.

ISIS masuk dalam pandangan publik di Somalia akhir tahun lalu setelah puluhan orang bersenjata merebut kota pelabuhan Qandala di wilayah utara Puntland, menyebutnya sebagai tempat "Khilafah Islam di Somalia". Mereka memenggal sejumlah warga sipil, menyebabkan lebih dari 20.000 penduduk mengungsi. Mereka menguasai kota tersebut selama berminggu-minggu sampai mereka dipaksa keluar oleh pasukan Somalia, yang didukung oleh penasihat militer AS.

Sejak saat itu, anggota ISIS telah menyerbu sebuah hotel yang populer dengan pejabat pemerintah di pusat komersial Puntland Bossaso dan mengklaim serangan bunuh diri pertama mereka di pos pemeriksaan keamanan Bossaso.

(Baca juga: Serang Markas Militer, Al Shabaab Tewaskan 38 Orang di Puntland)

Negara Tanduk Afrika yang telah lama hancur ini dengan pemerintah pusatnya yang lemah telah berjuang untuk memerangi al-Shabab, sekutu al-Qaida. Kelompok ini dipersalahkan atas pemboman truk bulan lalu di ibukota Mogadishu, yang menewaskan lebih dari 350 orang di negara tersebut. Serang itu adalah serangan paling mematikan

Pemerintahan Trump awal tahun ini menyetujui perluasan operasi militer di Somalia karena menempatkan kontraterorisme di puncak agendanya di Afrika. Militer AS pada hari Minggu mengatakan kepada The Associated Press bahwa pihaknya telah melakukan 26 serangan udara tahun ini terhadap al-Shabab dan sekarang ISIS.

Selama lebih dari satu dekade, al-Shabab telah berusaha membuat Somalia memberlakukan hukum Syariah Islam. Dua tahun yang lalu, beberapa pejuangnya mulai berpisah untuk bergabung dengan ISIS. Beberapa sel kecil pro-ISIS telah dilaporkan kemunculannya di kubu al-Shabaab di Somalia selatan. Namun yang paling menonjol dan sasaran serangan udara AS ada di utara di Puntland, sarang penyelundupan senjata dan perairan pendek dari Yaman.

Pejuang ISIS di Puntland sekarang diperkirakan berjumlah sekitar 200, menurut sebuah laporan PBB yang dirilis bulan ini oleh para ahli yang memantau sanksi terhadap Somalia. Para ahli melakukan perjalanan ke wilayah tersebut dan mewawancarai beberapa ekstremis ISIS yang dipenjarakan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini