Image

Nah Lho! Warga AS Dicokok Polisi Korsel karena Hendak Menyeberang ke Korut

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 12:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 18 1813715 nah-lho-warga-as-dicokok-polisi-korsel-karena-hendak-menyeberang-ke-korut-dRFn69nL15.jpg Perbatasan antara Korut-Korsel. Seorang tentara Korsel tampak sedang melakukan pengintaian. (Foto: Reuters)

SEOUL - Seorang pria asal Amerika Serikat (AS) ditangkap setelah mencoba menyeberang ke Korea Utara (Korut). Pria tersebut diyakini pihak berwenang berupaya untuk membelot ke rezim Kim Jong-un.

Pria AS berusia 58 tahun itu diidentifikasi sebagai A dan berasal dari negara bagian Louisiana. Ia ditangkap polisi Korea Selatan (Korsel) pada Senin tengah malam setelah ia melewati Jalur Kontrol Sipil (CCL) di dekat perbatasan Korut.

Penduduk Louisiana itu dilaporkan tidak memiliki izin yang membuat pihak berwenang percaya bahwa dia sedang menyeberang untuk "tujuan politik", seperti dinukil dari Daily Express, Selasa (14/11/2017).

Langkah tersebut dianggap sangat tidak biasa karena bahkan para pembelot dari Korut pun jarang menyeberang langsung melewati perbatasan. Mereka biasanya menyeberang ke China terlebih dahulu sebelum menuju ke Seoul. Intelijen Nasional Korsel, tentara dan polisi telah melakukan penyelidikan bersama.

Warga negara AS dikatakan telah tiba di Seoul tiga hari sebelumnya dan terlihat melintasi CCL oleh seorang penduduk desa di Bangsal Baekhak County.

(Baca juga: Duh! Tentara Korut yang Dihujani Tembakan karena Membelot Dalam Kondisi Kritis)

CCL berada tepat di bawah zona demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korsel dari tetangganya Korut yang nakal.

Kedutaan Besar AS di Seoul mengatakan bahwa mereka telah mengetahui laporan tersebut dan mereka akan mendalaminya.

"Jika diketahui bahwa seorang warga negara AS telah ditahan, kedutaan AS akan memberikan layanan konsuler yang sesuai," ucap seorag pejabat AS.

Kabar penangkapan ini menyeruak di tengah seorang tentara Korut ditembak saat membelot ke Korsel. Prajurit tersebut ditembak dan militer Korut selama pelarian yang berani namun berhasil diselamatkan oleh militer Korsel ketika sampai di sisi lain.

Pembelotan itu terjadi pada saat ketegangan meningkat di semenanjung Korea, dengan kekhawatiran peluncuran rudal lain yang sangat provokatif berkembang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini