Image

Psikolog Duga Ibu yang Bunuh Anaknya di Kedoya Sudah Frustrasi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 21:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 14 338 1814084 psikolog-duga-ibu-yang-bunuh-anaknya-di-kedoya-sudah-frustrasi-5okJT3wq9k.jpg Psikolog Dewi Haroen saat diskusi Redbons di Kantor Okezone (Foto: Arif Julianto)

JAKARTA - Seorang ibu bernama Novi Wanti (30) tega menghabisi nyawa anaknya berinisial Greinal Wijaya (5) dengan cara menyemprotkan obat nyamuk hingga tewas. Selain itu, bocah malang itu juga diikat tangan dan kakinya.

Adapun penyebab penganiayaan itu disebabkan karena sang anak kerap mengompol. Si ibu pun kesal hingga akhirnya melakukan tindakan biadab tersebut.

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Dewi Haroen berpendapat tersangka sudah frustrasi atas kondisinya dalam membesarkan Greinal seorang diri.

"Sesuai teori frustrasi agresi, dia ada frustrasi akibat dia tinggal sendiri di kosan. Ngasuh anak 5 tahun itu capek sekali. Akhirnya anak jadi pelampiasan," kata Dewi di acara Redbons di Redaksi Okezone, iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

(Baca Juga: Ada Barbuk Tertinggal, Polisi Kembali Olah TKP Pembunuhan Anak Kandung di Kedoya)

Dewi meyakini, bila ada orang yang peduli terhadap tersangka pasti kejadian tersebut tidak akan terjadi. Poinnya, tersangka membutuhkan sosok keluarga atau seseorang yang mau mendengarkan keluh kesahnya. 

"Misalnya ada orang yang care atau keluarganya, mungkin enggak terjadi," imbuhnya.

Sementara tersangka hanya tinggal berdua saja dengan anaknya. Bahkan, berdasarkan keterangan saksi, tersangka hanya beraktivitas mengantar dan menjemput anaknya sekolah, dan selebihnya mengurung diri di kamar kos yang terletak di Jalan Asem Raya Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Identitas keluarga atau pun laki-laki yang pernah menjadi teman dekatnya pun belum diketahui. Karenanya, Dewi mendorong agar aparat penegak hukum dapat menelusurinya untuk menguak penyebab pelaku tega menghabisi anaknya sendiri.

"Itu kenapa dia bisa tinggal di kosan sendiri, dari mana uangnya, siapa keluarganya, dan lain-lain (harus ditelusuri). NW juga harus diperiksa kejiwaannya," pungkasnya.

(Baca Juga: Bunuh Anak Kandung, Polisi akan Periksa Kejiwaan Tersangka)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini