Image

Ternyata, Pembakar Polres Dharmasraya Pernah Berdebat dengan Jamaah Masjid soal ISIS

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 15:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 14 340 1813815 ternyata-pembakar-polres-dharmasraya-pernah-berdebat-dengan-jamaah-masjid-soal-isis-Og07Z2sPji.jpg Ilustrasi.

MUARA BUNGO - Eka Fitria Akbar (24), pelaku pembakaran Polres Dharmasraya, Sumatera Barat pernah berlatih memanah di Komplek Masjid Muhammadiyah, Muaro Bungo, Jambi.

Mansub Ghozali, salah seorang imam Masjid Al Fuqraan yang berada di komplek tersebut membenarkan jika Eka memang kerap berlatih memanah di komplek tersebut.

"Benar Eka pernah berlatih memanah di sini, tapi sudah sekitar enam bulan lalu tidak pernah muncul lagi ke sini," kata Mansub.

Menurut Mansub, beberapa jamaah masjid sempat menaruh curiga kepada Eka yang merupakan warga Rimbo Tengah, Muara Bungo karena pemikiran serta ucapannya yang terkesan mendukung gerakan ISIS.

"Dan jamaah juga pernah berdebat dengan Eka mengenai ISIS. Para jamaah menegaskan bahwa ISIS bukan ajaran Islam karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Setelah berdebat Eka kemudian pergi dan tidak muncul lagi hingga akhirnya dikabarkan membakar Polres Dharmasraya," pungkasnya.

(Baca juga: Terungkap! Seorang Pelaku Pembakar Polres Dharmasraya Sudah 6 Tahun Tak Pulang ke Rumah)

Sekadar informasi, Eka Fitria Akbar merupakan warga Kabupaten Muaro Bungo sedangkan Enggria Sudarmadi warga Merangin, Provinsi Jambi. Keduanya nekat membakar Mapolres Dharmasraya dengan cara menembakan anak panah api sehingga mengakibatkan seluruh bangunan gosong.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu 12 November 2017 kemarin pukul 03.00 WIB dini hari. Dalam peristiwa itu polisi juga berhasil mengamankan selembar kertas berisi pesan jihad dari “Saudara Kalian Abu Azzan Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”.

Dari bekas Markas Polres Dharmasraya yang berada di Jalan Lintas Sumatera Km 200, Gunung Medan, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, itu juga polisi menyita satu busur panah, delapan anak panah, dua buah sangkur, satu bila pisau kecil, satu sarung tangan warna hitam.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini