RS Hasan Sadikin Bandung Kembali Rawat Bayi Kembar Siam, Begini Kondisinya

Oris Riswan, Okezone · Selasa 14 November 2017 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 14 525 1813976 rs-hasan-sadikin-bandung-kembali-rawat-bayi-kembar-siam-begini-kondisinya-7cS9YY9R6e.jpg Perawat merawat bayi kembar siam di RSHS Bandung (Oris/Okezone)

BANDUNG - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Kota Bandung kembali merawat bayi kembar siam. Belum bisa dipastikan kapan bayi asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang belum diberi nama itu dioperasi pemisahan.

Bayi laki-laki dari pasangan Mariah (37) dan Agus Priyanto (49) tersebut lahir dengan persalinan normal melalui bantuan bidan pada 10 November 2017. Bayi kembar itu kemudian dirujuk ke RSHS.

Terhitung mulai 11 November 2017, bayi kembar itu mendapat perawatan intensif di RSHS. Ia ditangani oleh tim dokter dengan berbagai spesialis keahlian.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Nucki Nursjamsi mengatakan bayi kembar siam itu menempel pada bagian pinggul dan perut. Berat badan keduanya adalah 3,75 kilogram dengan panjang 47 centimeter.

Bayi itu terdiri dari dua badan dan dua pasang lengan. Tapi, mereka hanya memiliki dua kaki yang terdapat di bagian dekat perut. "Bayi yang satu lebih baik kondisinya dari bayi yang satu lagi," ujar Nucki di RSHS, Selasa (14/11/2017).

 

Bayi kembar siam (Oris/Okezone)

Menurutnya, satu bayi memiliki organ tubuh yang lengkap, misalnya jantung, paru-paru, anus, hingga kelamin. Sementara bayi satu lagi yang berukuran lebih kecil memiliki kelainan jantung, paru-paru, serta tidak memiliki kelamin dan anus.

"Kemungkinan hidup bayi (yang ukurannya lebih) kecil, relatif kecil. Bayi yang kecil juga menjadi beban bagi bayi yang ukurannya lebih besar," ungkap Nucki.

Sementara bayi yang berukuran lebih besar secara umum kondisinya baik. Bahkan, bayi tersebut bisa bergerak dengan aktif.

"Bayi yang besar ini kondisi vitalnya bagus, jantung, paru-paru, saluran cerna, salurah kemih juga bagus," jelas Ketua Tim Dokter Penanganan Bayi Kembar Siam RSHS Sjarif Hidayat.

Ia lalu membandingkan kondisi kedua bayi tersebut. Bayi yang berukuran lebih kecil memerlukan peralatan, salah satunya alat bantu pernapasan. Itu karena paru-parunya tidak terbentuk dengan sempurna setelah lahir.

Tim dokter pun terus melakukan perawatan intensif. Belum bisa dipastikan kapan bayi kembar siam itu akan menjalani operasi pemisahan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini