Image

Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket, Suara Golkar Justru Menukik di Jabar, Ada Apa?

Oris Riswan, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 22:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 14 525 1814130 elektabilitas-dedi-mulyadi-meroket-suara-golkar-justru-menukik-di-jabar-ada-apa-ZiOn1vr7VY.jpg Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)

BANDUNG - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap data yang dimilikinya. Elektabilitas Golkar di Jawa Barat pada awal November ini ada di angka 12 persen.

Perolehan itu cukup mengejutkan. Sebab, pada Oktober lalu, elektabilitas Golkar mencapai 18 persen. Artinya, ada penurunan enam persen dari pencapaian Oktober ke November.

Sebaliknya, elektabilitas Dedi justru mengalami peningkatan signifikan. Beberapa lembaga survei mencatat Dedi ada di peringkat kedua elektabilitas tertinggi kandidat cagub Jawa Barat.

Hasil survei Indo Barometer misalnya, menempatkan Dedi ada di posisi kedua dengan raihan 18,9 persen. Indokonsultama Research Consulting (Indocon) juga menempatkan Dedi di posisi yang sama dengan raihan 15,3 persen.

(Baca Juga: Golkar Jabar Nilai Ridwan Kamil Belum Punya Itikad Baik Rangkul Kader)

"Kan memang ada sebuah logika yang berbanding terbalik. Biasanya, kan logikanya ketuanya naik (elektabilitasnya), partainya mengalami kenaikan. Tapi kalau kita lihat report yang terjadi dalam sebulan ini kan menjadi terbalik, Golkarnya mengalami penurunan, tapi hasilnya bisa dilihat bagaimana posisi saya hari ini," kata Dedi di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Soal elektabilitas dirinya dan Golkar yang berbanding terbalik, Dedi tidak bersedia memberi tanggapan lebih lanjut. Ia khawatir penjelasannya dianggap terlalu subyektif.

"Ya enggak boleh dijelasin (oleh saya). Kalau saya jelasin (penyebabnya) nanti dianggap subjektivitas saya pribadi lho," ungkapnya.

Menurutnya, publik sudah memahami penyebab kenapa elektabilitas dirinya dan Golkar tidak sejalan. "Cukup lah publik yang memahami apa sih yang jadi faktor penurunan (elektabilitas Golkar) itu. Biarkan publik yang menilai," jelas Dedi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini