Image

Mantap! Mahasiswa ITB Kembangkan Sistem Racing Plane

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Selasa 14 November 2017, 18:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 14 65 1813804 mantap-mahasiswa-itb-kembangkan-sistem-racing-plane-OkvUKfbJjG.jpg Foto: Dok ITB

JAKARTA - Tim Praba Loktara dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali melakukan inovasi dengan mengembangkan sistem terbang racing plane setelah berhasil menyabet penghargaan kompleksitas teknologi dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia /(KRTI) 2017 lalu.

Mereka adalah Aji Wira S, Yoga Hutomo, Damar Dayu, Nu’man Amri, Sayyid Fawwaz, Khonsa Muthiah Kriya, I Made Iwan, M. H. Chash Chash, M. Firas Rasyid, Bakti Wiryawan, Ruth Stephanie, Fahmi Rizaldi, Setya Wisnu, Ilham Akbar Adi S, Redha Akbar, serta M. Hanif.

Menurut salah satu anggota tim, Yoga Hutomo, inovasi ini dilakukan agar pesawat memiliki kecepatan dan kemampuan bermanuver secara otomatis. Tak hanya itu, waktu terbang pesawat dan landing yang sempurna juga merupakan target dalam melakukan pengembangan kompleksitas sistem pesawat.

"Misi dalam kompetisi ini adalah pesawat mampu terbang melalui jalur dan ketinggian yang sudah ditentukan untuk mencapai waktu finish tercepat. Selain itu, keberhasilan atau tidaknya landing dari wahana kami  juga menjadi poin penilaian penting," ujarnya seperti dilansir dari laman ITB, Selasa (14/11/2017).

Untuk mendukung gaya dorong pesawat ketika terbang, timnya pun memakai pitot untuk mengukur kecepatan wahana di udara. Jika tim lain umumnya menggunakan kecepatan hanya pada ground speed saja, timnya memakai kecepatan dari air speed serta ground speed juga. Hal ini akan membantu pesawat untuk landing karena banyak parameter landing yang memerlukan kecepatan udara.

Untuk mendukung sistem, timnya menggunakan Electric Ducted Fan (EDF) sebagai motor penggeraknya. Sistem ini diyakini memiliki gaya dorong saat terbang lebih besar. Diakui Yoga, untuk mengembangkan riset, pembuatan wahana hingga simulasi terbang dibutuhkan waktu sekira empat bulan. 

"Setelah diukur, air speed kita mencapai 50 m/s, sedangkan ground speednya 45 m/s. Untuk waktunya, kita berhasil melaksanakan bisa selama 40 detik. Ini hasil yang cukup memuaskan meski hasilnya belum maksimal," tutup Yoga.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini