Image

Turki Kecam AS karena Dukung Kesepakatan yang Izinkan ISIS Tinggalkan Raqqa

ant, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 15 18 1814416 turki-kecam-as-karena-dukung-kesepakatan-yang-izinkan-isis-tinggalkan-raqqa-ORnqpc5gzS.jpg Tentara Demokratik Suriah (SDF) berjaga di dekat kendaraan militer di Kota Raqqa, Suriah. (Foto: Reuters)

ANKARA - Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengecam Amerika Serikat (AS) karena mendukung kesepakatan yang diduga dicapai antara Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan ISIS di Raqqa di Suriah.

"Sebagian telah mengizinkan (pelaku teror ISIS) meninggalkan Raqqa dengan membawa senjata mereka dan bukan menghapuskan mereka dari kota tersebut," kata Yildirim selama pertemuan kelompok Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) di Parlemen di Ankara.

"Satu kelompok teror meninggalkan Raqqa dan satu lagi tinggal di dalamnya. Inikah kebijakan rasional kalian?" demikian pertanyaan Yildirim sebagaimana dikutip Daily Sabah.

BACA JUGA: Pasukan Irak Temukan Kuburan Massal yang Menampung 400 Jasad di Area Bekas Kekuasaan ISIS

Yildirim menggarisbawahi bahwa Turki telah berulangkali memperingatkan AS "agar tidak bekerja sama dengan kelompok teror guna memerangi kelompok teror lain", demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (15/11/2017). Ia mengatakan itu tidak pantas buat semua negara.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang didukung AS dan didominasi oleh anggota cabang kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah --Partai Uni Demokratik (PYD) dan sayap bersenjatanya, YPG, mengumumkan pembebasan Raqqa, yang pernah menjadi "Ibu Kota" ISIS pada 17 Oktober.

BACA JUGA: Dibajak, Stasiun Radio Swedia Siarkan Lagu Propaganda ISIS Selama 30 Menit

Satu laporan BBC pada Senin mengatakan satu kesepakatan rahasia antara SDF dan ISIS membantu ribuan petempur Suriah dan asing serta keluarga mereka menyelamatkan diri dari Raqqa dengan membawa senjata dan amunisi mereka.

Menurut laporan tersebut, rombongan pengungsi itu terdiri atas hampir 50 truk dan 13 bus, selain lebih dari 100 kendaraan milik petempur ISIS. Sepuluh truk berisi senjata dan amunisi.

Juru bicara Pentagon pada Senin mengatakan kesepakatan tersebut adalah bagian dari "penyelesaian lokal bagi masalah lokal" dan Washington "menghormatinya".

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini