OKEZONE STORY: Berawal dari Cinta Pandangan Pertama, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip Peringati HUT Pernikahan Ke-70

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Rabu 15 November 2017 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 18 1814461 okezone-story-berawal-dari-cinta-pandangan-pertama-ratu-elizabeth-ii-dan-pangeran-philip-peringati-hut-pernikahan-ke-70-q3Qjc9TrP1.jpg Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip. (Foto: Reuters)

LONDON – Kerajaan Inggris kini tengah diselimuti dengan kebahagiaan. Sang ratu, Elizabeth II, tengah merayakan hari ulang tahun pernikahan yang ke-70 bersama sang suami Pangeran Philip. Diketahui, peringatan ulang tahun pernikahannya yang ke-70 tersebut mencetak rekor sebagai pernikahan terlama dalam pemerintahan.

Elizabeth II menikah dengan perwira angkatan laut gagah yang pemberani bernama Letnan Philip Mountbatten di Westminster Abbey, London, pada 20 November 1947, dua tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Elizabeth I dan Philip mengadakan sebuah upacara mewah yang dihadiri oleh negarawan dan bangsawan dari seluruh dunia.

Untuk merayakan ulang tahun pernikahannya tersebut, Elizabeth yang kini berusia 91 tahun dan Philip yang berusia 96 tahun, menggelar sebuah pesta keluarga kecil di Kastil Windsor, di sebelah barat London. Seorang juru bicara dari Istana Buckingham mengatakan tidak akan ada acara publik untuk merayakan peringatan tersebut.

Dinukil dari Reuters, Rabu (15/11/2017), Philip yang lahir di Yunani adalah keturunan nenek buyut Elizabeth I dan Ratu Victoria. Ia menemani Elizabeth selama 65 tahun memerintah Inggris. Periode ini juga merupakan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris.

Pada 1952, Pangeran Philip adalah orang yang menyampaikan kabar pada Elizabeth II bahwa ayahnya, George VI, telah meninggal dan ia harus memerintah kerajaan.

"Salah satu rahasia dari pernikahan yang sangat panjang ini adalah kenyataan bahwa Pangeran Philip selalu menganggap tugas utamanya adalah mendukung sang ratu dan membantunya dengan cara apa pun yang dia bisa," ungkap sejarawan kerajaan, Hugo Vickers.

"Dia satu-satunya orang yang benar-benar bisa memberi tahu ratu apa pendapatnya dan jika menurutnya ada beberapa gagasan yang menggelikan (dari Elizabeth II), dia akan mengatakannya dengan bahasa apa pun yang dia pilih," tambahnya.

Pasangan ini pertama kali bertemu saat mereka menghadiri pernikahan sepupu pangeran Philip, Putri Marina dari Yunani, pada 1934. Elizabeth masih berusia 13 tahun ketika mulai memerhatikan Philip.

"Ratu benar-benar jatuh cinta sejak awal," tulis sepupu Elizabeth II, Ratu Margaret Rhodes lewat memoarnya. Margaret sendiri merupakan teman seumur hidup Elizabeth II dan salah satu pengiring pengantin wanita saat sang ratu menikah. Margaret meninggal pada 2016.

Pertunangan mereka diumumkan pada Juli 1947 dan mereka menikah empat bulan kemudian. Saat itu Inggris yang masih belum pulih dari perang, pernikahan itu pun memberikan warna dan tontonan yang langka.

Elizabeth yang masih berusia 21 tahun, mengenakan gaun sutra gading karya Norman Hartnell yang dihiasi dengan 10 ribu mutiara. Ia harus mengumpulkan kupon untuk gaunnya seperti pengantin wanita pascaperang lainnya. Usai menikah, pasangan itu menghabiskan bulan madu mereka di Inggris Selatan dan Skotlandia.

Sementara sekira dua miliar orang diperkirakan telah menyaksikan cucunya, Pangeran William, menikahi istrinya, Kate, pada 2011, pernikahan Elizabeth II dan Phillip sendiri hanya disiarkan langsung kepada sekira 200 juta pendengar radio. Meski demikian, pada saat yang sama, gambaran pernikahan tersebut tertangkap dalam rekaman film hitam dan putih kasar.

"Aku dapat melihat bahwa dirimu sangat berbahagia bersama Philip, tapi jangan pernah lupa jika Papa akan selalu mencintai dan mencurahkan perhatian kepadamu," kata Raja George kepada Elizabeth setelah pernikahan, melalui sebuah surat.

Sementara pengamat kerajaan mengatakan bahwa Elizabeth dan Philip mengalami pasang surut seperti pasangan lainnya. Mereka bekerja keras agar pernikahan tiga dari empat anak mereka tidak berakhir dalam perceraian, yang terutama adalah pewaris takhta yaitu Pangeran Charles dengan Putri Diana. Namun sayang, usahanya mereka tak berhasil hingga akhirnya Charles dan Diana tetap bercerai.

"Tanpa Pangeran Philip, ratu pasti memiliki kehidupan yang sangat sulit dan sepi. Philip telah menjadi pendukung penuh baginya, sebuah batu karang baginya, sejak dia berada di atas takhta," tukas penulis biografi kerajaan, Claudia Joseph.

(pai)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini