Image

Pasar di Vietnam Ini Khusus Menjual Barang Peninggalan Mantan, Mau Ikutan?

Rabu 15 November 2017, 22:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 18 1814599 pasar-di-vietnam-ini-khusus-menjual-barang-peninggalan-mantan-mau-ikutan-YRpFR2IztL.jpg Old Flames Market di Vietnam. (Foto: Facebook)

HANOI - Din Thang, seorang pengusaha muda asal Hanoi, Vietnam, menemukan solusi kreatif untuk orang yang gagal dalam hubungan percintaan. Berawal dari banyaknya peninggalan mantan, seperti surat cinta dan pakaian, Thang punya ide untuk membungkusnya dalam sebuah kotak dan melabelinya dengan harga.

Ia pun membentuk "Old Flames Market" (Pasar Kenangan Lama), pada Februari 2017. Pasar ini jadi tempat berkumpulnya orang-orang patah hati dan bertransaksi menjual sisa-sisa kenangan mereka kepada pembeli.

"Pameran ini hanya salah satu dari sekian banyak ide keren dari teman-temanku dan aku memilih berbicara soal mantan pacar dan barang-barangnya,” jelas Thang kepada Vietnam News, seperti dilansir Oddity Central, Rabu (15/11/2017).

“Setelah putus, kita memiliki banyak barang peninggalan para mantan di rumah kita, dan kita tidak mau melihatnya lagi karena mengingatkan pada kenangan buruk. Tetapi barang-barang itu masih terlihat bagus. Akan membahayakan lingkungan jika kita membuangnya sembarangan. Untuk itu, kami pikir kami harus membuat pertukaran dengan orang lain, jadi barang itu punya pemilik baru. Mereka dapat membeli barang keren baru dan kita berhasil menjaga lingkungan. Itu adalah bisnis yang saling menguntungkan,” lanjutnya.

Saat pertama kali Old Flames Market dibentuk, hanya 10 orang yang mau menjual kenangan dari hubungan gagal. Tetapi sebulan berjalan, peminatnya pun semakin bertambah.

Di pasar ini, pembeli dan penjual tidak akan dikenakan biaya tiket masuk. Tetapi, jika penjual membawa barang bagus untuk dijual, mereka harus membayar 30% dari keuntungan untuk organisasi.

Selain pasar, Thang telah menyiapkan papan khusus agar orang-orang dapat meninggalkan catatan kecil untuk mantan mereka. Hal itu dilakukan demi membantu mereka untuk "move on".

Ia berharap, pasar kenangan ini dapat mengurangi ketabuan pembicaraan soal putus cinta di Vietnam. Warga Vietnam sendiri baru mulai menerima pernikahan yang diatur keluarga (perjodohan-red). Tetapi jika melihat reaksi para peserta, sepertinya ide Thang berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, semua penjual baru dalam pameran ini harus bergabung ke Facebook "Old Flames". Di media sosial itu, mereka harus berbagi kisah di balik barang yang akan dijual. Setelahnya, tim penyelenggara pasar akan memilah barang mana yang layak untuk dijual pada pameran selanjutnya. Penjual yang masuk pada pameran diprioritaskan bagi mereka yang berhasil mem-posting pertama kali.

"Aku datang ke sini untuk bersenang-senang, dan berbagi tentang kenangan cinta, bukan untuk keuntungan. Aku ingin berkontribusi untuk semangat sejati dari pameran ini," ujar salah seorang penjual.

Sementara penjual lainnya menjelaskan bahwa dia selalu ingin koneksi dengan yang lain dibanding mencari keuntungan. "Aku pikir inilah tujuan diadakan pameran. Ini ide bagus. Sejak mereka menjadi barang tua, dan kita tidak membutuhkannnya, kita pun menjualnya untuk hal yang lebih baik kepada orang yang benar-benar membutuhkannya, dan kita bisa memberikannya secara gratis," jelasnya.

Namun tidak semua setuju dengan tujuan pasar ini, seperti seorang pembeli kepada Vietnam News: "Aku melihat banyak orang menjual buku-buku, selendang, buku harian, dan surat cinta. Menurutku, itu adalah rahasia antara kedua orang yang pernah mencintai, jadi sebaiknya tidak dijual. Karena itu seperti mereka menjual kehidupan pribadinya untuk sedikit uang."

Menanggapi kritikan itu, Thang tidak setuju. Baginya pasar ini justru menjadi terapi bagi banyak penjual demi membantunya bergerak maju melupakan kepedihan masa lalunya. Dia pun berencana untuk melakukan ekspansi di beberapa tempat komersil di Vietnam, seperti Ho Chi Minh City, pada 2018 mendatang.

BACA JUGA: Jangan Datang ke Zagreb, kalau Tak Mau Baper

Putus cinta tampaknya dapat menginspirasi orang untuk berbuat kreatif. Dua seniman Kroasia membangun Museum Putus Cinta, di Zagreb, saat mereka memutuskan mengakhiri hubungan asmara. Kini, museum tersebut menjadi objek wisata populer. Para pengunjungnya bisa melihat-lihat koleksi barang yang disumbangkan oleh orang-orang yang mengakhiri hubungan romantis mereka. (Hotlas Mora Sinaga)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini