Image

Buat Lelucon tentang Sungai Nil, Penyanyi Mesir Dilaporkan ke Pihak Berwenang

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 23:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 18 1814687 buat-lelucon-tentang-sungai-nil-penyanyi-mesir-dilaporkan-ke-pihak-berwenang-CFXcIhXyT2.jpg Sherine Abdel Wahab, penyanyi asal Mesir yang dilaporkan pihak berwajib akibat kata-katanya yang dianggap menghina Sungai Nil.

KAIRO - Penyanyi asal Mesir, Sherine Abdel Wahab, dianggap melakukan pelecehan terhadap Sungai Nil setelah sebuha video muncul saat Sherine mengadakan konser. Saat konser, Sherine diminta untuk menyanyikan salah satu lagunya yang berjudul ‘Mashrebtesh Men Nilha’ (Kamu Tidak Minum dari Sungai Nil).

Saat hendak menyanyikan lagu tersebut, ia menanggapi dengan mengatakan "minum dari Sungai Nil akan membuat saya schistosomiasis". Schistosomiasis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit yang biasa dikenal dengan bilharzia. Sherine kemudian menyarankan para penggemarnya agar minum air dengan merek tertentu sebagai gantinya.

Pada Selasa 14 November, kelompok musisi Mesir mengumumkan bahwa mereka telah meninjau video tersebut dan memutuskan bahwa wanita berusia 37 tahun tersebut terbukti melakukan tindakan yang mengolok-olok tanah air dan tidak dapat dibenarkan.

BACA JUGA: Bahas Soal Hamil di Luar Nikah, Presenter Mesir Dihukum 3 Tahun Penjara

Kelompok tersebut juga mengatakan telah membuka penyelidikan dan tidak akan memberi Sherine izin yang ia perlukan sampai ia diinterogasi.

Tak tinggal diam, Sherine kemudian mengeluarkan sebuah permintaan maaf atas “lelucon bodohnya" di konser tersebut, yang menurutnya terjadi di Sharjah, lebih dari setahun yang lalu.

"Negeri tercinta saya Mesir dan dan anak-anak negara saya Mesir, saya mohon maaf kepada Anda yang sangat merasa sakit hati," ungkap Sherine, dilansir dari CNN, Rabu (15/11/2017).

BACA JUGA: Dituduh Dukung Gay, 6 Pria di Mesir Dipaksa Jalani Pemeriksaan Anal

Sekadar diketahui, schistosomiasis adalah penyakit akut dan kronis yang disebabkan oleh cacing parasit yang hidup di perairan tawar di daerah subtropis dan tropis.

Orang akan terinfeksi saat larva yang berbentuk parasit menembus kulit saat bersentuhan dengan air. Larva tersebut lalu berkembang menjadi cacing dewasa yang hidup di pembuluh darah, tempat betina melepaskan telur. Beberapa kasus bahkan terjebak dalam jaringan tubuh, menyebabkan reaksi kekebalan dan kerusakan organ yang progresif.

Parasit paling banyak ditemukan di seluruh Afrika, tapi juga tinggal di beberapa bagian Amerika Selatan, Karibia, Timur Tengah, dan Asia. Dalam beberapa dekade terakhir, program pengendalian nasional telah berhasil mengurangi schistosomiasis di banyak negara, termasuk Mesir.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini