Image

Kronologi Penembakan 2 Personel Brimob oleh Kelompok Bersenjata di Papua

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 10:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814328 kronologi-penembakan-2-personel-brimob-oleh-kelompok-bersenjata-di-papua-rK6faDXpST.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Putera/Okezone)

JAKARTA - Dua personel ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat berpatroli zona Mile 69, Tembagapura, Mimika, Papua. Satu di antaranya bernama Brigadir Firman tewas dengan luka tembak di punggung, sedangkan Bripka Yongky Rumte dilaporkan kritis.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memaparkan, sebelum penembakan terjadi, kedua anggota Polri itu melakukan patroli di kawasan Mile 69 menyusul terjadinya penembakan mobil operasional PT Freeport pada Selasa 14 November 2017. Dalam penembakan itu, seorang karyawan tambang PT Freeport, Raden Totok Sahadewo tertembak di paha kanan.

"Kemudian pada hari Rabu, 15 November 2017 Satgas Terpadu Brimob Den B Polda Papua melaksanakan patroli/penyelidikan," kata Setyo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (15/11/2017).

Saat melakukan patroli di daerah perbukitan Mile 69, sekira pukul 03.50 WIT tadi, dua Brimob ditembak kelompok bersenjata, sehingga menyebabkan kedua personel itu mengalami luka tembak di bagian punggungnya. Satu di antaranya meninggal. "Hingga saat ini diduga pelaku masih dalam penyelidikan," ucap Setyo.

Untuk saat ini, jenazah Brigadir Firman sedang dievakuasi menuju Timika dengan menggunakan helikopter. Kemudian, Bripka Yongky Rumte yang mengalami luka serius juga dilarikan ke Rumah Sakit (RS) di Timika.

"Langkah- langkah Kepolisian yang dilakukan yaitu mengevakuasi korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Setyo.

Sekadar diketahui, KKB melakukan lokalisasi terhadap warga di Desa Kimbely dan Banti, Mimika, Papua. Berdasarkan Informasi, terdapat 300 warga pendatang yang menjadi sandera kelompok tersebut. Kemudian, ada 1.000 warga lokal yang juga disandera.

Sebagian besar warga tersebut merupakan penduduk sekitar dan eks pekerja dari PT Freeport. Hingga saat ini, KKB masih belum mau berkomunikasi dengan pihak aparat setempat.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini