Image

Setya Novanto Belum Dipastikan Hadir, Paripurna DPR Hari Ini Dipimpin Agus Hermanto

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 11:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814331 setya-novanto-belum-dipastikan-hadir-paripurna-dpr-hari-ini-dipimpin-agus-hermanto-TLB87hMLWs.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto belum bisa dipastikan hadir dalam rapat paripurna dengan agenda pembukaan masa Persidangan ke-II di Tahun 2017-2018. Rapat akhirnya dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto.

"Kami sudah berusaha menanyakan beliau namun kami. Belum mendapatkan informasi kehadiran beliau," ujar Kepala Biro Pemberitaan Kesetjenan DPR Hani Tahapari di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Hani menambahkan rapat paripurna kali ini akan dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto yang didampingi Fahri Hamzah. "Yang akan memimpin Agus Hermanto didampingi Fahri Hamzah," jelas Hani.

Meski begitu, Setjen DPR tetap berharap Novanto hadir dalam rapat paripurna kali demgan agenda membacakan pidato pembukaan masa sidang. Namun, bila Novanto tak hadir, Kesetjenan DPR menyerahkan kewenangan pembacaan pidato kepada pimpinan DPR yang hadir kali ini.

"Tinggal bagaimana kesepakatan di antara pimpinan. Bisa dibacakan dan dianggap sudah dibaca," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), tahun anggaran 2011-2012.

Setya Novanto diketahui pernah ditetapka‎n tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, oleh lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs pada, 17 Juli 2017. Namun, penetapan tersangka tersebut gugur setelah pihak Novanto memenangkan gugatan praperadilan.

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan yang dilayangkan tim kuasa hukum Setya Novanto. Atas dasar itulah, status tersangka Setya Novanto gugur.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan enam orang tersangka. Enam tersangka tersebut yakni, dua mantan‎ pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, seorang pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, dua anggota DPR, Markus dan Setya Novanto, serta Dirut PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini