Image

Personel Brimob Tewas Tertembak di Papua, Kapolri: Risiko Harus Ditanggung

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 12:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814389 personel-brimob-tewas-tertembak-di-papua-kapolri-risiko-harus-ditanggung-HV7xeqFIjG.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Okezone/Puteranegara)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa insiden penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang menewaskan 1 anggota Brimob Brigadir Firman, adalah satu risiko yang harus ditanggung seluruh personel kepolisian yang menjalankan tugas.

Dua personel Brimob Brigadir Firman dan Bripka Yongky Rumte ditembak KKB Papua, Rabu, 15 November 2017 saat berpatroli zona Tembagapura di Mile 69. Untuk Bripka Yongky Rumte mengalami luka serius akibat tertembak dipunggungnya.

"Tapi apapun juga ini risiko operasi salah satu risiko operasi memang. Apalagi daerah gejolak kemanan, konflik seperti di Tembagapura, risiko itu harus kita tanggung," kata Tito usai acara Asean Traffic Police Forum (ATPF) 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Dengan adanya kejadian penembakan ini, mantan Kapolda Papua itu menegaskan kepada seluruh jajarannya yang sedang bertugas di kawasan konflik untuk tidak merasa takut dan mengendorkan semangatnya.

Menurutnya, untuk permasalahan hidup dan mati seseorang merupakan kehendak atau takdir dari Allah SWT. Oleh karenanya, dia meminta kepada seluruh jajarannya untuk tetap mmenjalankan tugas secara maksimal.

"Tapi saya sangat menyakini bahwa hidup mati kita, termasuk kematian kita semua adalah takdir Allah SWT," ucap Tito.

Kendati demikian, mantan Kepala BNPT itu juga menyampaikan rasa belansungkawanya atas tewasnya satu anak buahnya itu. Dia merasa prihatin atas gugurnya satu personel Brimob di Papua.

"Saya prihatin adanya peristiwa tadi pagi (penembakan anggota Brimob)," pungkasnya.

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini