Image

Bahas Kasus Setya Novanto, Fadel Muhammad Sebut Akan Bertemu JK

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 14:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814444 bahas-kasus-seta-novanto-fadel-muhammad-sebut-akan-bertemu-jk-X9k8lafqZW.jpg Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menyikapi dinamika kasus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Fadel Muhammad mengaku akan bertemu dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar, yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Fadel mengatakan, pertemuan ini akan membahas soal Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang saat ini kembali menjadi tersangka kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mau ketemu Pak Jusuf Kalla dulu. Agenda ini (membahas Novanto)," kata Fadel di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

 (Baca: JK Pertanyakan Langkah Setya Novanto Gugat UU KPK ke MK: Kenapa Baru Diajukan?)

Namun, Fadel tak menyebutkan secara rinci kapan pertemuan itu akan dilakukannya. Meski demikian, Fadel meyakini Partai Golkar tetap solid meski ketua umumnya terjerat kasus korupsi.

"Golkar menyerahkan ke proses ini ke hukum. Saya ini kan sudah senior-senior. Kita serahkan ‎proses hukumnya. Dari sana baru kita lihat langkah apa yang diambil. Karena kita nggak bisa intervensi," jelasnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu menolak bila partainya sedang tersandera kesolidannya karena Novanto terjerat tersangka. Menurut Fadel, Golkar tak boleh mengambil langkah terburu-buru dan tetap melihat proaes hukum yang sedang berjalan.

"Karena Golkar ini kan di akar rumputnya kuat. Jadi kita biarkan proses hukum," tutur Fadel.

Kesolidan Golkar, lanjut Fadel sudah terbukti saat Akbar Tandjung juga sempat terjerat kasus korupsi. Akbar pernah tersangkut kasus 'Bulog Gate' saat menjabat sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR. Namun, partai berlambang pohon beringin itu justru memenangkan pemilu legislatif.

"Jangan lupa, dulu waktu Pak Akbar Tandjung (kena) Bulog Gate itu saya bendahara umumnya, Pak Novanto wakil saya. Kita proses semua dengan baik. Sampai keluar baru kita ambil solusinya. Maka ini jangan goyang," katanya.

Sekadar informasi, KPK kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Penetapan tersangka Novanto sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) pada 31 Oktober 2017.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini