Image

Sempat Berkilah, Dirjen Dukcapil Kemendagri Ternyata Diperiksa Terkait Kasus E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 19:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814680 sempat-berkilah-dirjen-dukcapil-kemendagri-ternyata-diperiksa-terkait-kasus-e-ktp-85HPhUVEEJ.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrulloh diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Nama Zudan Arif Fakhrulloh memang tidak masuk dalam jadwal pemeriksaan KPK, ‎pada hari ini. Namun saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Zudan diperiksa untuk dua tersangka korupsi e-KTP.

"(Dirjen Dukcapil Kemendagri diperiksa) untuk ASS (Anang Sugiana Sudi‎hardjo) dan SN (Setya Novanto)," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).

 (Baca: Resmi! Terseret Korupsi E-KTP, Direktur PT Quadra Solutions Ditahan KPK)

Zudan sendiri sudah merampungkan pemeriksaannya pada siang tadi. ‎Namun dia berkilah bahwa kedatangannya ke gedung Merah Putih KPK bukan dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan korupsi e-KTP.

"Enggak (diperiksa). Cuma ngobrolin penghayat aja. Koordinasi aja," kata Arif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) siang.

Tak hanya sampai disitu, Zudan kembali berkilah bahwa kedatangannya tersebut untuk berkoordinasi ‎terkait pencegahan di Kemendagri dalam pelaksaan proyek e-KTP, tahun ini.

 (Baca juga: Setya Novanto Absen Hadiri Panggilan KPK sebagai Tersangka Kasus E-KTP Hari Ini)

"Kita kan koordinasi terus dengan Deputi Pencegahan. Jadi kita mendapatkan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan kita," tandasnya.

Zudan sendiri sempat mengaku pernah menjadi pengantar pesan berkaitan sosok Ketua DPR, Setya Novanto. Pesan tersebut disampaikan ‎dari mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni kepada terdakwa Irman.

Sebagaimana hal tersebut diakui Zudan saat bersaksi di sidang perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP, tahun 2011-2012, untuk terdakwa Anang Sugiana Sudihardjo.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini