Image

Survei LSI: Korupsi Tinggi saat Berurusan dengan Polisi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 23:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814696 survei-lsi-korupsi-tinggi-saat-berurusan-dengan-polisi-SngYNYF8Bx.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat probabilitas adanya tindakan korupsi pemerintah, paling besar terjadi ketika warga berurusan dengan institusi Polri. Hasil Survei menunjukkan, hampir sebagian warga pernah dimintai uang saat berurusan dengan polisi.

"Dari 14,9 persen warga yang pernah berurusan dengan polisi, 46,1 persen di antaranya pernah diminta memberi hadiah atau uang di luar biaya resmi," kata Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Demikian pula probabilitas melakukan gratifikasi. Di mana Korps Bhayangkara lagi-lagi mendapat nomor paling buncit di mata warga.‎

Kuskridho‎ mengatakan, jika masyarakat semakin sering dimintai uang atau hadiah oleh pegawai pemerintah, semakin sering pula masyarakat itu di kesempatan lain, memberikan gratifikasi.

"Sebanyak 40,4 persen dari 14,4 persen responden menyatakan secara aktif tanpa diminta memberikan uang atau hadiah agar mendapat pelayanan yang signifikan," terang Kuskridho.

Tak hanya itu, hasil survei menunjukkan bahwa tingginya permintaan uang atau hadiah dan pemberian gratifikasi juga banyak terjadi ketika warga berurusan dengan pengadilan.

"Dari 3,1 persen responden yang menyatakan pernah berurusan dengan pengadilan, sebanyak 39,6 persen mengaku pernah diminta uang atau hadiah dan 33,3 persen pernah memberikan gratifikasi," tandas Kuskridho.

Probabilitas korupsi yang lain yaitu, saat warga mendaftar kerja sebagai PNS. Berdasarkan hasil survei itu didapati bahwa warga pernah dimintai uang atau hadiah

"Sebanyak 31,3 persen dari 4,4 persen responden yang menyatakan pernah mendaftar kerja sebagai PNS, mengaku pernah diminta uang atau hadiah. Dari angka yang sama, sebesar 20,9 responden mengaku pernah memberikan gratifikasi," paparnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini