Image

Kejar Ketertinggalan dengan Negara Lain, Ini Permintaan Jokowi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 22:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 337 1814791 kejar-ketertinggalan-dengan-negara-lain-ini-permintaan-jokowi-jMVDqIaCSz.jpg Presiden Jokowi di HUT ke-6 Partai Nasdem (foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - ‎Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk 250 juta lebih dan memiliki 17 ribu pulau, serta terdapat 714 suku hingga ribuan bahasa lokal yang ada di Tanah Air.

Namun, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) besarnya negara Indonesia tersebut masih dinilai tertinggal dengan negara tetangga lainnya seperti Malaysia, Singapura hingga Vietnam. Sebab itu, ia mengajak semua elemen bangsa, termasuk partai politik untuk berpartisipasi aktif membangun untuk kemajuan bangsa dan negara‎.

"Ketertinggalan ini harus kita cepat-cepat kejar, yaitu dengan etos kerja, profesional, pola pikir, produktif, kedisiplinan dan lainnya," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional IV dan HUT Ke-6 Partai Nasdem Tahun 2017 di‎ JiExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Jokowi kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk berlari guna mengejar ketertinggalan tersebut. Ia menjelaskan, untuk memajukan Indonesia harus dimulai dengan etos kerja, kedisiplinan nasional hingga memiliki pola pikir yang produktif guna kemajuan bangsa dan negara.

"‎Kita harus berlari, kalau kita tidak cepat berlari, tidak cepat bekerja, kita akan terus tertinggal. ini yang sering saya diskusikan dengan Bang Paloh," terangnya.

‎Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memaparkan, alasan pemerintah gencar membangun infrastruktur hingga membuat jalan Transpapua. Hal itu lantaran agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lainnya.

Selain itu, penyamarataan harga bahan bakar di Tanah Cendrawasih itu juga dilakukan untuk keadilan sosial kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Kenapa kita bangun infrastruktur, tanpa ini kita nggak mungkin (mampu bersaing). Ini untuk memenangkan kompetisi, bukan yang lain-lain. Itu kalau ditanyakan kepada saya, kenapa (alasan membangun infrastruktur). Kalau mau bangun yaang cepat, paling cepat ya di Jawa saja, secara ekonomi cepat, politik juga cepat," urainya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini