Image

Tepis Investigasi Ombudsman, Lulung: Sewa-menyewa di Trotoar Tanah Abang Itu Namanya Bodoh

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 20:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 15 338 1814693 tepis-investigasi-ombudsman-lulung-sewa-menyewa-di-trotoar-tanah-abang-itu-namanya-bodoh-TaUPFdAxgP.jpg Pedagang berjualan di trotoar Tanah Abang. Foto Antara/Rivan Awal Lingga

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana menepis kabar yang menyebutkan bahwa dirinya menyewakan trotoar kepada pedagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pernyataan Haji Lulung—sapaan Abraham Lunggana—sekaligus menanggapi hasil investigasi Ombudsman yang menghasilkan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL). Tak hanya dugaan pungutan liar, ada juga informasi soal kedekatan preman dengan oknum anggota Satpol PP.

(Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Foto dok Okezone)

Lulung menegaskan bahwa dirinya memiliki lahan pribadi di belakang posko Pemuda Panca Marga Tanah Abang (PPM) bukan di trotoar.

"Iya kalau yang trotoar (Tanah Abang) nggak mungkin sewa-menyewa. Ombudsmannya suruh datang ke saya. Saya punya lahan pribadi. Datang ke PPM belakang itu punya saya," ucap Lulung di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Baca: Berantas PKL Tanah Abang, Kasatpol PP: Jika Ada yang 'Main Mata' dengan Preman, Tak Akan Diberi Ampun!

"Di situ (lahan Lulung) dikelola oleh teman-teman, supaya pedagang ini pada kagak ke trotoar. Tapi saking penuhnya itu nggak muat. Akhirnya dikelola oleh masing-masing pedagang sendiri ke kelompok-kelompok pedagang," terang Lulung.

Lulung membeberkan bahwa lahan yang disewakan kepada pedagang tersebut dikelola oleh adiknya. Pun demikian ia tidak mengetahui soal penyewaan trotoar tersebut. Menurutnya penyewaan trotoar tersebut merupakan hal bodoh.

"Kalau yang punya saya ini kan tanah kosong, itu punya kita. Kalau itu dikelola oleh PT-nya anak saya. Tapi kalau ditanya saya yang di depan (trotoar) itu saya nggak tahu. Kalau di trotoar itu ada sewa-menyewa itu namanya bodoh," tambahnya.

Simak: Tanah Abang Terus Semrawut, Ini Perintah Anies ke Dishub DKI

"Pokoknya kalau yang di trotoar nggak mungkin dibina anak-anak. Yakin 1.000 persen," tambahnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini