nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yunani Dihantam Banjir Bandang, 15 Orang Tewas

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 02:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 16 18 1814852 yunani-dihantam-banjir-bandang-15-orang-tewas-LfgF1Z2q9o.jpg Banjir bandang melanda Yunani. (Foto: Strait Times)

MANDRA - Banjir bandang melanda Yunani dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Banjir tersebut juga menimbulkan kerusakan parah dan membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal serta hancurnya beberapa fasilitas umum. Banjir bandang melanda di 2 kota pesisir di sebelah barat Athena setelah semalaman diguyur huhan deras.

Banjir bandang tepatnya telah menyapu kota-kota industri Nea Peramos dan Mandra di kaki gunung di barat Athena. Diwartakan Reuters, Kamis (16/11/2017), menyusul bencana ini, Perdana Menteri Alexis Tsipras mengumumkan masa berkabung nasional.

"Ini adalah momen yang sangat sulit bagi Yunani. Kita hidup dalam bencana besar, tanpa harus ditunda-tunda, kita harus segera melangkah untuk membantu korban. Pemerintah akan membantu warga yang kehilangan rumah mereka dan memperbaiki fasilitas serta tempat bisnis yang terdampak," ujar PM Tsipras.

Seorang warga menuturkan, banjir datang secara tiba-tiba pada Rabu 15 November pagi waktu setempat ketika hujan masih mengguyur. Banjir tersebut datang dengan membawa lumpur dan langsung menghantam serta menimbun bangunan. Di beberapa titik, air banjir telah merendam sekira setinggi lantai satu rumah warga.

"Air yang datang begitu besar karena disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur," terang Kepala Dinas Pelindungan Sipil Yunani, Yiannis Kapakis.

Hujan deras diketahui merupakan fenomena alam yang jarang terjadi di Yunani. Infrastruktur bangunan yang buruk telah menambah dampak buruk pascabanjir. Hujan deras telah mengguyur negeri para dewa selama sepekan terakhir dan Badan Metereologi Yunani secara resmi pada hari ini atau Kamis 14 November telah mengumumkan bahwa cuaca buruk masih akan terus terjadi.

Para warga yang terdampak banjir diketahui bertahan di atap dan balkon rumah mereka sembari menunggu bantuan datang. Beberapa mobil juga kedapatan hanyut dan hancur terbawa banjir. Pejabat dari 2 kota tersebut mengatakan kini pihaknya tengah mencoba meminta bantuan dana dari Uni Eropa (UE). Keadaan darurat juga telah diumumkan di wilayah tersebut.

"Dinding-dinding rumah roboh, mobil-mobil terbawa arus dan banjir memecahkan semuanya di sini. Tidak ada yang tersisa. Air ada di mana-mana di rumah ini," kata seorang penduduk bernama Marina Kolia.

Bencana banjir kali ini merupakan bencana paling mematikan yang terjadi di Yunani sepanjang tahun ini. Kota Mandra dan Nea Peramos memiliki populasi sekira 20 ribu orang. Banyak permukiman perumahan Yunani dibangun tanpa mempertimbangkan peraturan perencanaan kota.

Jaksa Athena memerintahkan penyelidikan mendesak atas kematian dan penghancuran yang kemungkinan diakibatkan pelanggaran perencanaan kota. Pada Selasa 14 November, Yunani mengumumkan keadaan darurat di pulau timur Symi, tepat di lepas pantai Turki, setelah sebuah badai menyapu mobil ke laut, menghancurkan rumah dan memutus pasokan listrik dan air.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini