nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diterjang Banjir Bandang, Ibu Kota Yunani dalam Kondisi Darurat

ant, Jurnalis · Kamis 16 November 2017 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 16 18 1814984 diterjang-banjir-bandang-ibu-kota-yunani-dalam-kondisi-darurat-hf5ZPkmcOk.jpg Banjir bandang menerjang ibu kota Yunani, Athena. (Foto: Reuters)

ATHENA - Setidaknya 15 orang meninggal dunia akibat banjir bandang menerjang Ibu Kota Yunani, Athena. Hujan lebat selama malam hari membuat banyak daerah, rumah, toko, lahan pertanian terendam lumpur dan jalan regional serta sebagian jalan raya nasional terputus.

Keadaan darurat telah diumumkan di daerah tersebut, sementara Regu Pemadam telah menerima lebih dari 340 panggilan telepon untuk membantu pengemudi yang terjebak di dalam mobil atau memompa air dari dalam rumah.

Wali Kota Mandra Ioanna Kriekouki adalah salah seorang yang terjebak di dalam rumah mereka oleh air yang mengalir dengan cepat di luar rumah hingga mencapai ketinggian satu meter. Ibu wali kota itu, yang sudah berusia lanjut, diselamatkan oleh tetangganya.

Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos dan pemimpin partai politik menyampaikan kesedihan yang mendalam buat korban dan dukungan buat warga daerah yang diguyur hujan lebat.

BACA JUGA: Yunani Dihantam Banjir Bandang, 15 Orang Tewas

Saat operasi pertolongan dan bantuan berlanjut dan pemerintah berjuang menangani masalah dan memulihkan pasokan listrik serta memperbaiki kerusakan, seorang jaksa di Athena melancarkan penyelidikan mengenai penyebab bencana tersebut.

Meskipun banjir biasa terjadi di Yunani pada November, yang sejak dulu telah menjadi bulan paling basah selama setahun, besarnya banjir yang terlihat di Attica Barat dan sebelumnya di Pulau Symi di Laut Aegea Timur dapat dikaitkan dengan perubahan iklim, kata Kepala Layanan Meteorologi Yunani (EMY) Antonis Lalos kepada AMNA.

Symi juga digambarkan dalam keadaan darurat pada Selasa, setelah selusin mobil dihanyutkan air ke laut selama banjir bandang serupa. Yunani telah diguyur hujan lebat dari barat sampai timur sejak akhir pekan lalu.

"Pada Oktober, tak ada hujan sama sekali dan ini adalah fenomena ekstrem. Yang juga menjadi peristiwa ekstrem ialah hujan tanpa henti selama satu pekan. Jadi, orang dapat mempertimbangkan ciri khas ini berkaitan dengan fenomena rumah kaca," kata Lalos, seperti dipantau Antara, Kamis (16/11/2017).

Para ahli Yunani memperingatkan fenomena serupa mungkin mempengaruhi daerah lain selama pekan ini, setidaknya sampai Sabtu.

Salah satu bencana alam terbesar yang pernah melanda Athena terjadi pada November 1961, ketika badai kuat yang berlangsung lama merenggut 43 nyawa dan menimbulkan kerusakan besar, kata Lalos.

Pemerintah setempat sendiri khawatir, angka korban akibat banjir bandang ini dikhawatirkan bertambah. Beberapa sumber Lembaga Perlindungan Sipil telah mengatakan kepada kantor berita resmi Yunani, AMNA, tujuh orang telah tewas, sementara tiga orang lagi dilaporkan hilang di Kota Praja Mandra, Nea Peramos dan Megara, sekira 20 kilometer di sebelah barat-daya Athena.

Menurut Pemerintah Regional Prefektur Attica, mayat tiga lelaki dan dua perempuan telah ditemukan dari jalan dan rumah yang terendam air. Beberapa sumber mengatakan dua mayat lagi ditemukan di dekat daerah laut.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini