Istri Presiden Ekuador Membatik, Produk UMKM Indonesia Laris Dibeli Orang Berbagai Negara

Kamis 16 November 2017 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 16 18 1815018 istri-presiden-ekuador-membatik-produk-umkm-indonesia-laris-dibeli-orang-berbagai-negara-EJGL1hqrK9.jpg Ibu Negara Ekuador, Rocio Gonzales Navas didampingi Dubes RI untuk Ekuador, Diennaryasti Tjokrosuprihatono, Anggota Komisi VI DPR RI, Andriyanto Johan Syah, dan Ketua Delegasi Indonesia, Candra Saputra tengah belajar membatik di Booth UMK di sebuah pamera

JAKARTA – Masyarakat Ekuador dan juga pengunjung dari negara peserta pameran Centro Interamericano de Artesanias Artes Pupulares (CIDAP) ramai-ramai menghampiri ruang pameran dan booth bazar dari Indonesia. Bahkan Ibu Negara Ekuador, Rocio Gonzales Navas, memberi perhatian khusus pada produk dan seni budaya dari Indonesia yang baru pertama kali mengikuti pameran. Ia juga mencoba belajar membatik.

Dalam Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Populer Antar-Amerika di Cuenca, Ekuador, Amerika Selatan, Indonesia memamerkan seni dan budaya dari berbagai wilayah sambil menjual barang-barang seperti kain batik, kain tenun, sarung goyor, patung kayu, dan wayang golek. Makanan khas Indonesia pun turut dijual, seperti nasi goreng dan bakso.

Setidaknya di hari kedua pameran, 90 persen produk berbagai UMKM di Tanah Air itu diborong para pembeli dari berbagai negara. Dalam pameran itu, produk batik menjadi primadona.

Delegasi Indonesia terdiri dari 17 orang. Yaitu 11 orang dari Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, Jawa Tengah, dan 6 orang dari Bandung, Jawa Barat. Mereka diberi ruang seluas 190 meter persegi, terdiri dari 2 lantai, untuk mengikuti pameran selama sebulan bersama delegasi dari 19 negara lainnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andriyanto Johan Syah, menjelaskan, pihaknya akan menjajaki pameran seperti ini ke negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Arab, Afrika, dan kawasan lainnya.

"Melalui pameran ini diharapkan seni budaya dan produk-produk UMKM dari Indonesia bisa dikenal lebih luas ke negara-negara lain. Dengan demikian bisa untuk meningkatkan kunjungan wisata, meningkatkan devisa, dan juga meningkatkan kesejahteraan UMKM Indonesia," kata Andriyanto.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan meresmikan kantor UMKM dan membuat pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis dengan memberikan pembekalan manajerial, cara pemasaran, juga akan mengadakan Seminar dengan Lembaga Pinjaman Dana Bergulir (LPDB).

Andriyanto berharap, kegiatan tersebut dapat mengatasi masalah permodalan UMKM. "Apalagi kalau pengusaha kecil menengah terus diberikan bimbingan dan dibantu oleh pemerintah maka saya yakin hasilnya akan lebih baik lagi," ucap pria asal Kabupaten Pemalang itu.

Indonesia didaulat sebagai Guest Country dalam Pameran Pusat Kerajinan dan Kesenian Populer Antar Amerika di Cuenca Ekuador, Amerika Selatan. Pameran dilaksanakan selama satu bulan sejak 1 sampai 31 Oktober, dan Pesta CIDAP digelar mulai 2 sampai 5 November 2017. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini