nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mugabe Keukeuh Tetap Jadi Presiden Zimbabwe, Warga di 3 Negara Sengsara karena Bencana

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 17 November 2017 07:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 17 18 1815555 mugabe-keukeuh-tetap-jadi-presiden-zimbabwe-warga-di-3-negara-sengsara-karena-bencana-whY9fE1rbJ.jpg Bangunan di Irak hancur akibat gempa. (Foto: Reuters)

BERBAGAI peristiwa besar telah terjadi sepanjang pekan ini. Peristiwa-peristiwa tersebut tentu telah mendapat perhatian dari masyarakat dunia karena terjadi secara mengejutkan. Mulai dari isu politik hingga berbagai bencana menjadi sorotan berbagai kalangan.

Salah satu isu politik yang hangat diperbincangkan selama pekan ini adalah kudeta militer pemerintahan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. Isu kudeta muncul setelah pasukan mililter Zimbabwe mengambil alih kantor penyiaran setempat.

Tak hanya itu, beberapa bencana juga tercatat terjadi selama pekan ini. Bencana yang menjadi sorotan dunia adalah gempa 7,3 skala Ricter (SR) yang menggucang wilayah perbatasan Irak-Iran. Gempa ini telah memakan ratusan korban.

Selain Iran-Irak, wilayah Korea Selatan (Korsel) juga diguncang gempa 5,5 SR. Gempa ini telah membuat ribuan warga Negeri Ginseng mengungsi.

Tak hanya gempa, ada bencana lain yang juga terjadi pada pekan ini. Dalam beberapa hari ini, wilayah Athena, Yunani, tengah terendam banjir besar. Dahsyatnya banjir ini telah membuat beberapa warga tewas.

Oleh karena itu, Okezone akan merangkum kembali peristiwa-peritiwa tersebut. Berikut empat peristiwa besar yang terjadi pada pekan ini:

1. Setelah Jabat Selama 37 Tahun, Presiden Mugabe Terancam Lengser

Kedudukan Robert Mugabe sebagai Presiden Zimbabwe kini tengah terancam setelah pasukan militer negara tersebut mengambil alih kantor penyiaran. Peristiwa ini terjadi pada Rabu 15 November 2017. Akibat pengambilalihan ini, situasi di Ibu Kota Zimbabwe, Harare, sempat memanas.

BACA JUGA: Pasca-Muncul Isu Kudeta, Presiden Afsel: Mugabe Dikurung di Rumah dan Istrinya Melarikan diri ke Namibia

Berbagai kabar pun beredar setelah kudeta itu terjadi, salah satunya penangkapan Presiden Mugabe. Namun, kabar itu telah dibantah oleh pihak kepresidenan. Hal ini pun diamini oleh Presiden Afrika Selatan (Afsel), Jacob Zuma, yang mengatakan bahwa presiden berusia 93 itu dalam keadaan baik-baik saja.

Namun, pascakudeta, Mugabe dikurung di rumahnya. Sementara istrinya, Grace Mugabe, diduga melarikan diri ke Namibia karena khawatir kerusuhan terus berlanjut.

BACA JUGA: Mengenal Mugabe, Tokoh yang Berkuasa Lebih Lama dari Soeharto

Untuk menyelesaikan kasus ini, Presiden Zuma mengirim utusan ke Zimbabwe. Menteri Pertahanan dan Keamanan Afsel ditugaskan untuk menemui Mugabe dan juga militer Zimbabwe. Penanganan ekstra perlu dilakukan karena upaya pelengseran kepala negara tertua di dunia dan salah satu penguasa otoriter terlama itu pertama kalinya terjadi.

2. Gempa 7,3 SR Guncang Iran-Irak, 450 Orang Tewas

Gempa 7,2 SR mengguncang wilayah perbatasan Irak-Iran pada 12 November 2017. Upaya pencarian yang dilakukan tim penyelamat berhasil menemukan 450 korban tewas. Gempa yang dahsyat ini juga melukai sedikitnya 7.000 orang dan membuat sekira 70 ribu orang mengungsi karena rumah mereka hancur.

BACA JUGA: Gempa Irak-Iran Tewaskan 450 Orang, Sekjen PBB Siap Beri Bantuan

Bencana ini pun menjadi sorotan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres menyatakan, lembaganya siap membantu menangani gempa tersebut.

Sehari setelah gempa terjadi, Presiden Iran, Hassan Rouhani, juga langsung mengunjungi lokasi gempa, yakni di Provinsi Kermanshah. Dalam kunjungannya itu, Presiden Rouhani berjanji akan bergerak cepat melakukan proses pemulihan atau pembangunan kembali di wilayah itu. Pemerintah Iran akan memberikan hibah rekonstruksi dan pinjaman kepada orang-orang yang terkena gempa yang dapat digunakan untuk membangun kembali rumah mereka.

BACA JUGA: Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa, Presiden Rouhani Janji Percepat Upaya Pemulihan

Begitu pula dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia mendesak seluruh pejabat Iran dan angkatan bersenjata untuk memaksimalkan upaya penyelamatan korban, terutama yang terjebak di reruntuhan.

3. Gempa 5,5 SR Guncang Korsel, 1.500 Warga Mengungsi

Sebuah gempa bumi berkekuatan 5,5 SR mengguncang pantai tenggara Korsel sekira 6 kilometer dari kota pelabuhan Pohang pada Rabu 15 Novemer 2017 sore waktu setempat. Kuatnya guncangan gempa ini juga dirasakan di Ibu Kota Seoul yang berjarak 270 kilometer dari Pohang.

BACA JUGA: Gempa 5,5 SR guncang Korsel, Tidak Timbulkan Dampak pada Reaktor Nuklir

Akibat gempa ini, sedikitnya 57 orang mengalami luka-luka. Sementara dua orang lainnya dalam kondisi kritis. Gempa ini juga membuat lebih dari 1.500 penduduk Korsel mengungsi karena khawatir gempa susulan dapat terjadi.

Gempa ini terbilang langka dan menjadi yang terkuat kedua sejak 1978. Penanganan pun segera dilakukan untuk menangani bencana tersebut. Pemerintah Korsel mengadakan pertemuan tingkat menteri darurat guna membahas upaya pemulihan setelahnya.

BACA JUGA: Duh! Diguncang Gempa 5,4 SR, 1.500 Lebih Penduduk Korsel Mengungsi

Sementara itu, Kementerian Pendidikan sendiri memutuskan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kerusakan yang terjadi di sekolah-sekolah di daerah bencan. Mereka juga memastikan bahwa ujian masuk perguruan tinggi yang dijadwal ulang akan berlangsung tanpa masalah. Sebab, gempa ini terjadi saat ujian masuk perguruan tinggi tengah digelar di negara tersebut.

4. Yunani Diterjang Banjir Bandang, 15 Orang Tewas

Banjir bandang melanda wilayah Yunani hingga menimbulkan kerusakan parah. Bencana yang terjadi pada Rabu 15 November pagi waktu setempat ini menyebabkan sedikitnya 15 orang dan membuat sejumlah warga kehilangan tempat tinggal.

BACA JUGA: Yunani Dihantam Banjir Bandang, 15 Orang Tewas

Hujan deras yang mengguyur wilayah Athena sepanjang malam telah menyebabkan banjir bandang menerjang dua kota pesisir di sebelah barat Athena. Banjir bandang itu menyapu kota-kota industri Nea Peramos dan Mandra yang berada di kaki gunung barat Athena.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, mengumumkan masa berkabung nasional. Ia pun memerintahkan otoritas berwenang untuk membantu warga memperbaiki fasilitas serta tempat bisnis yang terdampak.

BACA JUGA: Diterjang Banjir Bandang, Ibu Kota Yunani dalam Kondisi Darurat

Sementara itu, Jaksa Athena telah memerintahkan penyelidikan mendesak atas kematian dan kehancuran yang terjadi di wilayahnya. Para ahli Yunani sendiri memperingatkan warga bahwa fenomena serupa mungkin dapat memengaruhi daerah lain selama pekan ini, setidaknya hingga Sabtu. (DJI)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini