nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Kuliah di Luar Negeri, Mahasiswa Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air!

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Minggu 19 November 2017 18:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 17 65 1815969 tren-kuliah-di-luar-negeri-mahasiswa-jangan-lupa-kembali-ke-tanah-air-wFZdTmPnAg.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Kuliah di luar negeri telah menjadi tren dalam menyikapi perubahan era digital yang menuntut masyarakat bersaing secara global. Maka, tidak heran bila mahasiswa Indonesia tersebar di berbagai negara untuk menempuh pendidikan tinggi.

Menanggapi hal ini, Pendiri dan penggagas Kibar Innovative Academy dan 1000 Start Up Digital, Yansen Kamto dalam Kongres Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Amerika Serikat (PERMIAS) menekankan pentingnya memiliki visi membantu bangsa Indonesia dan masyarakat yang membutuhkan.

Tidak lupa, ia juga mengundang pulang mahasiswa bila telah selesai studi untuk menyelesaikan masalah di Indonesia yang tidak mungkin diselesaikan oleh bangsa lain. Dengan keterlibatan aktif ini, menurut dia, berbagai masalah yang masih menjadi tantangan di Indonesia akan sedikit-sedikit terpecahkan.

Dalam siaran pers yang diterima Okezone, FGD dan Kongres dibuka Konjen RI SF, Ardi Hermawan. Dalam kesempatan itu, Ardi menambahkan pentingnya kepedulian mahasiswa pada berbagai masalah di Indonesia. Untuk itu, PERMIAS-PERMIAS Cabang dalam wadah PERMIAS Nasional harus bekerjasama dengan KBRI/KJRI untuk membantu rekan-rekan mahasiswa, terutama dari Papua.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan DC, Ismunandar mencontohkan pahlawan-pahlawan Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan dari luar negeri. Menurut dia, PERMIAS harus melanjutkan kiprah pendiri bangsa dengan menempuh pendidikan di luar, lalu kembali melawan masalah yang ada di dalam negeri.

Dalam FGD tersebut juga didiskusikan berbagai program PERMIAS Nasional pengurus 2017-2018, yang antara lain direkomendasikan oleh peserta FGD untuk berfokus pada:

a. Membuat program di bidang pendidikan yang lebih efektif dan nyata, misalnya membantu pelajar yang berminat melanjutkan ke AS.

b. Membantu mahasiswa asal Papua dengan membuat program online yang memberikan gambaran dan cara untuk berinteraksi dengan rekan pelajar di AS.

c. Membuat database yang dapat digunakan untuk networking bagi seluruh anggota.

d. Mengumpulkan informasi-informasi yang dipublikasikan oleh PERMIAS Nasional untuk disebarluaskan oleh PERMIAS cabang untuk memberikan informasi langsung ke anggota-anggota, dan sebaliknya dari PERMIAS Cabang ke PERMIAS Nasional untuk mengkatalogkan kegiatan PERMIAS cabang.

e. Membuat berbagai produk-produk digital yang lebih informatif dan interaktif untuk memperkenalkan PERMIAS di Indonesia.

f. Menjalin kontak dengan alumni PERMIAS.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini