Share

Tinggalkan Arab Saudi, PM Hariri Terbang ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Sabtu 18 November 2017 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 18 18 1816269 tinggalkan-arab-saudi-pm-hariri-terbang-ke-prancis-penuhi-undangan-macron-Wu2BIVQDKA.jpg Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Perdana Menteri (PM) Lebanon, Saad Hariri dilaporkan meninggalkan Riyadh, Arab Saudi  hari ini atau Sabtu 18 November. Hariri disebut tengah pergi menuju Prancis memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron.

Kepergian Hariri ke Prancis itu dilaporkan oleh stasiun televisi Lebanon yang dimiliki oleh pria berusia 47 tahun yakni Future TV. Sebagaimana diketahui, pengunduran diri PM Hariri dari jabatannya sekira 2 pekan lalu telah memicu polemik di kawasan Timur Tengah (Timteng).

BACA JUGA: Terima Undangan Presiden Prancis, PM Hariri Batal Pulang ke Lebanon

Guna membantu ketegangan yang terjadi di Timteng, Presiden Prancis berinisiatif mengundang Hariri untuk datang ke negaranya.

"Hariri telah meninggalkan Riyadh dengan jet pribadinya bersama istri menuju bandara Le Bourget, Prancis" sebut laporan dalam pemberitaan di Future TV.

Sebelum berangkat tepatnya pada Jumat 17 November malam, Hariri mencuitkan melalui Twitter bahwa ia sedang dalam perjalanan ke bandara Riyadh.

"Isu yang mengatakan bahwa saya ditahan di dan tidak diizinkan meninggalkan Arab Saudi adalah sebuah kebohongan. Saya sedang dalam perjalanan ke bandara saat ini," tulis Hariri dalam postingannya sebagaimana disitat dari Strait Times, Sabtu (18/11/2017).

BACA JUGA: Bantu Redakan Ketegangan Pasca-PM Lebanon Mengundurkan Diri, Presiden Macron Undang Hariri ke Prancis 

Presiden Macron sendiri dijadwalkan akan bertemu dengan Hariri pada siang ini waktu Prancis. Presiden Lebanon, Michel Aoun yang sebelumnya menuduh Pemerintah Arab Saudi telah "menahan" Hariri menyambut baik undangan Macron tersebut.

Aoun mengatakan, dia akan menunggu kepulangan Hariri dari Prancis sebelum menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil Pemerintah Lebanon.

"Berharap krisis telah berakhir dan bahwa pintu menuju solusinya telah dibuka dengan diterimanya undangan Hariri untuk pergi ke Prancis," ujar Aoun.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini