nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerusuhan Antar Polisi dan Warga Pecah di Kenya, 5 Orang Tewas

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu 18 November 2017 10:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 18 18 1816278 kerusuhan-antar-polisi-dan-warga-pecah-di-kenya-5-orang-tewas-kNHZKIRuoq.jpg Kerusuhan antara polisi dan warga pecah di Kenya. (Foto: EPA)

NAIROBI - Bentrokan antarwarga dan polisi terjadi di Ibu Kota Nairobi, Kenya. Kerusuhan yang menewaskan sedikitnya 5 orang itu bermula ketika polisi mencoba membubarkan massa pendukung pimpinan oposisi Kenya, Raila Odinga.

Kala itu, massa diketahui berkumpul untuk mendampingi Odinga. Polisi diketaui menembakkan gas air mata ke arah konvoi masa guna menghentikan mereka. Sebagai balasan, beberapa massa pemrotes kemudian melemparkan batu ke arah petugas dan membakar 2 kendaraan termasuk sebuah truk milik polisi.

Sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (18/11/2017), dua mayat demonstran tampak tergeletak di jalan dan diketahui tewas dengan luka tembak. Sementara itu, pihak polisi menyebut, para demonstran meninggal akibat terkena lemparan batu oleh massa yang marah.

"Insiden ini (kematian para demonstran) terjadi sebelum polisi tiba di lokasi kejadian," ujar seorang petugas polisi.

BACA JUGA: Astaga! Korban Tewas Demonstrasi Pasca-Pilpres Kenya Capai 37 Orang

Meski telah diusir dengan gas air mata dan semprotan air, massa pendukung Odinga tetap bertahan di beberapa titik di pusat kota. Massa diketahui berkumpul di dekat Bandara Nairobi guna menyambut kedatangan Odinga yang baru saja kembali dari Amerika Serikat (AS). Odinga sendiri telah menyalahkan, Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta atas insiden yang diterima pendukungnya itu.

"Kemarahan saya tertuju kepada pria bernama Uhuru Kenyatta. Saya pergi ke luar negeri dan mereka menyambut saya dengan baik. Tapi ia (Uhuru) mengirim polisi untuk menghancurkan mereka, untuk mengalahkan orang-orang saya, untuk menembakkan peluru pada mereka. Bukankah ini barbar?" geram Odinga.

Pemerintah Kenya sendiri memang telah melarang berkumpulnya massa untuk menggelar demonstran setelah konflik politik di negara itu memanas usai pemilu pada Agustus lalu. Raila Odinga memprotes hasil pemilu yang disinyalir penuh dengan kecurangan.

BACA JUGA: Astaga! Perempuan Dipukuli Sejumlah Pria di Pertemuan Pemilu Kenya, Kok Bisa?

Hingga kini, konflik tersebut belum sepenuhnya berakhir dan telah menyebabkan 66 orang tewas dalam beberapa konflik yang pecah sebelumnya. Krisis politik telah menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas Kenya, pusat perdagangan, diplomasi dan keamanan regional.

Odinga yang baru turun dari pesawat disambut sorak sorai pendukungnya. Ratusan orang berkumpul di pagi hari di dekat Bandara Internasional Jomo Kenyatta untuk menunggu kembalinya Odinga sebelum polisi menembaki mereka dan mengusir secara paksa.

Akibat insiden tersebut, operasi bandara sempat terganggu. Kenya Airways mengatakan bahwa pihaknya "terkena dampak" oleh gangguan di sekitar bandara. Mereka akhirnya menawarkan penerbangan pengganti pada para penumpangnya yang gagal terbang.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini