10 Tahun Ditutup, Mesir Buka Kembali Perbatasan dengan Gaza

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 18 November 2017 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 18 18 1816442 10-tahun-ditutup-mesir-buka-kembali-perbatasan-dengan-gaza-yi2KXmAEmk.JPG Warga Jalur Gaza, Palestina, menunggu izin masuk ke Mesir (Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters)

GAZA – Setelah menunggu selama 10 tahun, akhirnya perbatasan antara Mesir dengan Palestina di Jalur Gaza kembali dibuka. Pembukaan kembali perbatasan tersebut membawa harapan bagi warga Palestina akan kemudahan akses keluar masuk dari dan ke Jalur Gaza lewat Mesir.

BACA JUGA: Berdamai dengan Fatah, Hamas Minta Abbas Cabut Sanksi terhadap Gaza 

Rekonsiliasi antara Otoritas Palestina (PLO) yang dikuasai oleh Partai Fatah dengan penguasa Jalur Gaza, Partai Hamas, sedikit banyak berpengaruh terhadap pembukaan kembali perbatasan. Mesir sendiri berperan sebagai mediator dalam negosiasi tersebut.

Melansir dari Reuters, Sabtu (18/11/2017), Hamas akhirnya menarik pasukannya dari tiga perbatasan di Jalur Gaza serta menyerahkannya kepada PLO pada 1 November. Langkah tersebut semakin memudahkan Mesir untuk mengurangi pelarangan terhadap arus barang dan orang dari dan ke Jalur Gaza.

Warga Palestina berharap pembukaan blokade tersebut dapat meringankan krisis ekonomi di Jalur Gaza. Sedikitnya lima unit bus yang dipenuhi penumpang sudah terlihat melewati perbatasan Rafah di Mesir tidak lama setelah dibuka. Meski demikian, polisi dari Hamas terlihat masih memeriksa dokumen para pelancong dari Jalur Gaza di tempat terpisah.

BACA JUGA: Hamas Capai Rekonsiliasi dengan Fatah, "Selamat untuk Rakyat Palestina!" 

Mesir sendiri masih belum mengindikasikan perubahan kebijakan yang saat ini berlaku. Negeri Piramida hanya akan membuka perbatasan dengan Jalur Gaza sebanyak tiga kali dalam sepekan. Warga Palestina kini berharap perbatasan tersebut terbuka sepenuhnya sebagaimana sebelum 2007. Sekira 30 ribu orang warga Jalur Gaza sudah mengajukan izin masuk ke Mesir dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Mesir masih akan menggelar perundingan antara Hamas, Fatah, dan faksi lainnya pada 21 November mendatang. Beberapa isu yang hendak diangkat adalah rekonsiliasi penuh, termasuk pengaturan keamanan, serta kemungkinan penyelenggaraan pemilihan parlemen dan presiden di Palestina.

Sebagaimana diketahui, Mesir dan Israel memberlakukan kebijakan ketat terkait perbatasan dengan Jalur Gaza. Hamas, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh negara-negara Barat, merenggut wilayah tersebut lewat konflik berdarah dengan tentara Partai Fatah yang loyal terhadap Presiden PLO Mahmoud Abbas.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini