Share

Jika Diperlukan, Prancis Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Internasional Bahas Krisis Lebanon

Rufki Ade Vinanda, Okezone · Minggu 19 November 2017 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 19 18 1816653 jika-diperlukan-prancis-siap-jadi-tuan-rumah-pertemuan-internasional-bahas-krisis-lebanon-mazLcjU931.jpg Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan PM Lebanon, Saad Hariri bertemu di Prancis. (Foto: Reuters)

PARIS - Pemerintah Prancis dilaporkan saat ini tengah mempertimbangkan sebuah langkah untuk membantu menyelesaikan kriris politik Lebanon dan ketegangan di Timur Tengah (Timteng). Otoritas Prancis kini tengah merundingkan rencana untuk menjadi penyelenggara atau tuan rumah pertemuan internasional masalah tersebut.

Informasi ini diungkapkan oleh salah satu sumber dari Istana Champ Elysee atau istana kepresidenan Prancis. Sebagaimana disitat dari Reuters, Minggu (19/11/2017), sumber tersebut juga menyebutkan bahwa jika benar pertemuan akan digelar maka, pembicaraan itu akan dihadiri pada tingkat menteri.

BACA JUGA: Pelukan Hangat Presiden Prancis Sambut Kedatangan PM Lebanon di Paris

Jika terlaksana, maka pertemuan juga akan dihadiri oleh anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Anggota DK PBB yang akan membantu memediasi krisis Lebanon yaitu mencakup Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, Lebabon mengalami krisis politik dan wilayah Timteng menjadi tegang setelah Perdana Menteri (PM) Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya melalui Riyadh pada 4 November. Keputusan ini, memicu spekulasi adanya pengaruh dari Arab Saudi atas keputusan Hariri tersebut.

BACA JUGA: Tinggalkan Arab Saudi, PM Hariri Terbang ke Prancis Penuhi Undangan Macron

Pengunduran diri ini juga membuat Lebanon jatuh ke dalam krisis politik serta kembali ke garis depan persaingan kekuatan di kawasan Timur Tengah antara Muslim Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran. Guna membantu meredakan ketegangan, Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya secara khusus memberi undangan kepada Hariri.

Saad al Hariri bertolak dari Riyadh, Arab Saudi, pada Jumat 10 November malam waktu setempat dan tiba di Negeri Mode pada Sabtu 18 November dini hari waktu setempat. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyambut kedatangan Hariri dengan pelukan hangat di Istana Kepresidenan, Champ Elysee. Keduanya lantas masuk ke dalam istana untuk berunding dan makan siang berama. Kunjungan tersebut menandakan betapa eratnya hubungan antara Prancis dengan Lebanon.

BACA JUGA: Bantu Redakan Ketegangan Pasca-PM Lebanon Mengundurkan Diri, Presiden Macron Undang Hariri ke Prancis

Dari Paris, Hariri menelefon Presiden Lebanon Michael Aoun dan mengatakan akan pulang ke negaranya pada Rabu 22 November dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Kabar tersebut disampaikan oleh Aoun lewat akun Twitter. Prancis, sebagai negara yang pernah menguasai Lebanon, ingin bertindak sebagai penengah dalam krisis tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini