Image

Fahri Hamzah: Dalam Negara Beradab, Tak Ada Manusia Diperlakukan seperti Setya Novanto!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Minggu 19 November 2017, 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 19 337 1816581 fahri-hamzah-dalam-negara-beradab-tak-ada-manusia-diperlakukan-seperti-setya-novanto-Pa2vtWDgFQ.jpg Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut penahanan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan kesalahan fatal. Sebab, dalam negara demokrasi yang beradab serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) sudah tidak ada lagi kasus serupa seperti yang dialami Setya Novanto.

"Dalam negara demokrasi yang beradab, apalagi yang menjunjung tinggi HAM, sudah tak ada manusia diperlakukan seperti Pak Nov," ujarnya saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (19/11/2017).

Fahri menegaskan, setiap manusia memiliki hak untuk diperlakukan secara adil dan manusiawi sebagaimana tertuang dalam Universal Declaration of Human Rights oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Jadi, wajar kalau lawyer (Setya Novanto)ingin mengeluhkan ini ke Mahkamah Internasional, sebab di Indonesia orang takut menghadapi atau punya masalah dengan KPK," tandas dia.

(Baca Juga: Pemilik Pertama Mobil Fortuner Kaget Airbag Tidak Berfungsi saat Ditumpangi Setnov)

Sebelumnya diberitakan, Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menegaskan bakal menuntut KPK ke Pengadilan HAM Internasional lantaran dinilai tindakan yang diterima kliennya merupakan pelanggaran HAM.

Pelanggaran HAM yang ditudingkan Fredrich kepada KPK itu didasarkan pada ketidakterimaan pihaknya atas penahanan Setya Novanto di tengah kondisinya yang tengah terbaring lemah di rumah sakit setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang beberapa waktu lalu.

Tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP itu sedianya sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). KPK sendiri menegaskan selama penahanan Setya Novanto dibantarkan di RSCM, ia akan berada di bawah pengawasan KPK dibantu Polri.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

(Baca Juga: Hasil Olah TKP, Polisi Pastikan Kecelakaan Setya Novanto Bukan Rekayasa)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini