nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Pembebasan Sandra di Tembagapura, Warga yang Enggan Dievakuasi Tetap Dipantau

Saldi Hermanto, Jurnalis · Minggu 19 November 2017 21:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 19 340 1816801 pasca-pembebasan-sandra-di-tembagapura-warga-yang-enggan-dievakuasi-tetap-dipantau-hPVIRQmwoq.jpg Saat warga dua kampung di Timika dievakuasi (foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA - Satgas Terpadu Penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua masih terus memantau kondisi warga yang memilih menetap di Kampung Banti dan Kimbeli, pasca-pembebasan ribuan sandera. Belakangan diketahui sebagian besar warga di kedua kampung itu juga ingin dievakuasi ke Timika.

"Satgas Terpadu TNI dan Polri dalam dua hari ini terus mengikuti perkembangan kondisi psikis warga Kampung Banti dan Kimbeli. Berdasarkan informasi, di antara mereka dalam jumlah besar ingin dievakuasi," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Minggu (19/11/2017) di Timika.

Terkait hal itu, Kamal mengatakan, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar pada prinsipnya menyampaikan bahwa Satgas Terpadu akan selalu siap jika masyarakat ingin dievakuasi. Bahkan, Satgas Terpadu TNI-Polri bersama pemerintah daerah setempat telah menyiapkan akomodasi tempat maupun transportasi jika sewaktu-waktu warga telah siap dievakuasi.

"Untuk keputusan lebih jelasnya akan ditentukan besok (Senin, 20/11/2017) pukul 09.00 WIT. Keinginan warga Kampung Banti dan Kimbeli untuk dievakuasi dikarenakan dampak trauma dari adanya aksi KKB. Sehingga warga sulit mendapatkan bahan makanan, pendidikan atau sekolah. Karena sudah hampir tiga minggu warga Banti dan Kimbeli terisolasi," terangnya.

Saat ini Satgas Terpadu TNI-Polri sedang melakukan koordinasi dengan Pemkab Mimika tentang bagaimana caranya memberikan pelayanan kepada warga. Pemkab Mimika sendiri telah berkomitmen akan menyiapkan akomodasi dan mengupayakan kebutuhan logistik yang diperlukan selama proses evakuasi maupun pengungsian sementara.

"Lamanya evakuasi atau pengungsian sementara belum bisa dipastikan, tetapi tempatnya sama seperti yang telah dievakuasi sebelumnya. Karena sebagian yang telah dievakuasi sudah pulang ke kampung halaman, sehingga tempat tersebut bisa digunakan," kata Kamal.

"Di karenakan faktor psikis yang menimbulkan traumatik mendalam. Namun sangat terbuka luas kepada mereka untuk kembali ke kampung masing-masing," tambahnya.

Satgas Terpadu TNI-Polri akan melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap hal-hal yang mengganggu stabilitas keamanan. Oleh sebab itu, Polri bersama TNI akan terus bergandeng tangan mengamankan negara dan memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini