Kunjungi Wilayah Sengketa, Presiden India Tuai Kecaman dari China

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 November 2017 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 18 1817354 kunjungi-wilayah-sengketa-presiden-india-tuai-kecaman-dari-china-3SauyhdoLP.jpg Foto: Reuters

BEIJING – Pemerintah China mengkritik kunjungan Presiden India Ram Nath Kovind ke provinsi terpencil Arunachal Pradesh yang diklaim oleh Beijing. China menyatakan menentang semua aktivitas yang dilakukan pemimpin India di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Waduh! Tentara India dan China Terlibat Tawuran, Ada Apa?

Perselisihan yang terjadi menyusul kunjungan Kovind ke Arunachal Pradesh menunjukkan bahwa China dan India tampaknya belum bisa akur, meski ada beberapa upaya untuk meredakan ketegangan antara dua raksasa Asia itu terkait wilayah yang diklaim China sebagai Tibet Selatan.

Kedatangan Kovind ke Arunachal Pradesh pada akhir pekan lalu dalam rangka untuk meresmikan gedung majelis negara yang baru. Dalam pidatonya, Kovind menyebut provinsi itu sebagai tempat terbitnya matahari pertama karena letaknya di bagian paling timur India.

“Setiap hari dari sini, cahaya menyebar ke seluruh negeri,” kata Kovind sebagaimana dikutip Reuters, Senin (20/11/2017). Dia juga berkomentar mengenai beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah federal India untuk memajukan jaringan transportasi negara.

Kunjungan tersebut mendapat reaksi keras dari Beijing yang secara tegas menyatakan tidak akan pernah mengakui adanya Provinsi Arunachal Pradesh. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang mengatakan, bahwa posisi Negeri Tirai Bambu dalam masalah ini telah jelas, yaitu mencari solusi yang dapat diterima kedua negara melalui perundingan.   

"Sebelum masalah perbatasan teratasi, kedua belah pihak harus bersama-sama bekerja keras untuk melindungi perdamaian dan ketenangan daerah perbatasan. Cina dengan tegas menentang kegiatan pemimpin India di daerah yang disengketakan, " kata Lu Kang.

BACA JUGA: Akhiri Ketegangan, India Tarik Pasukan dari Perbatasan Himalaya

Dia menambahkan, Beijing memandang penting hubungan antara India dan China yang sedang berkembang dan berharap Delhi tidak melakukan tindakan yang memperumit masalah perbatasan ini. Dia meminta India untuk menciptakan kondisi yang sehat demi terjadinya perundingan dan hubungan pembangunan yang stabil antara kedua negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini