Image

Berhasil Bebaskan Sandera di Papua, Pemerintah Lakukan Operasi Pelurusan Opini

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 20 November 2017 20:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 20 337 1817435 berhasil-bebaskan-sandera-di-papua-pemerintah-lakukan-operasi-pelurusan-opini-gxLvkf1L0h.jpg Ilustrasi

JAKARTA - ‎TNI dan Polri telah berhasil membebaskan para warga yang disandera kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Sekitar 120 kelompok separatis dengan 36 pucuk senjata dipukul mundur masuk ke kawasan hutan Kampung Banti dan Kimbely, Papua dalam operasi senyap yang dilakukan 13 prajurit Kopassus.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan, pemerintah ‎saat ini tengah melakukan operasi pelurusan opini lantaran banyaknya informasi hoax di media sosial (medsos).

(Baca Juga: Wiranto: Jumlah Kelompok Kriminal Separatisme‎ di Papua 120 Orang, Miliki 36 Pucuk Senjata)

"Kemudian kita juga akan melakukan suatu operasi opini. Pelurusan opini. Dari kejadian ini banyak sekali opini dan spekulasi masyarakat yang muncul dari medsos. Oleh karena itu tadi menkominfo juga hadir di sini," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Mantan Panglima ABRI itu menilai, opini yang berkembang lewat medsos tersebut banyak yang salah. Apalagi, opini tentang kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) itu ‎banyak yang berkonten negatif dan mengandung ujaran kebencian baik di dalam maupun di luar negeri.

"‎Kita akan lawan dengan operasi opini dengan memberikan penjelasan yang benar ke masyarakat Indonesia dan dunia internasional," jelas Wiranto.

Ia menjelaskan, pemerintah telah serius membangun infrastruktur di wilayah Papua dan Papua Barat. Sebab, komitemen Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah membangun Indonesia dari pinggiran.

(Baca Juga: Wiranto: Operasi Pengejaran Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata di Papua Harus Tuntas)

"‎Sehingga jangan sampai ada tuduhan yang biasa kita hadapi bahwa ada kita bersewenang-wenangan aparat keamanan. Justru kita melindungi warga negara yang tersandera oleh tadi, KKSB," paparnya.

Menurut Wiranto, keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur dan menyamaratakan harga bahan pokok dan bahan bakar telah tertutupi dengan opini hoax yang dibangun lewa‎t medsos. Sehingga, perlu pelurusan opini yang berimbang guna melihat perkembangan di Tanah Cendrawasih yang objektif.

"Jangan kita hanya mendengarkan opini yang tidak benar. Justru terdevisiasi dengan niat-niat buruk yang mana Indonesia mengelola Papua dan Papua Barat‎," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini